Scroll to Top

Marianus Sae, Bupati Ngada Yang Blokir Bandara Karena Tak Dapat Tiket

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 24 Dec 2013

Marianus Sae

Marianus Sae bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur, baru saja menggegerkan Indonesia setelah ia memblokir Bandara Tureleo Sae karena tidak mendapatkan tiket. Aksi sang bupati ini mencoreng namanya yang sebelumnya sempat dilabeli sebagai ‘Ahok dari NTT’ dan dipuji oleh seorang Dahlan Iskan ini.

Kejadian itu berlangsung pada Sabtu, 21 Desember 2013 pukul 06.30 WIB. Tidak memperoleh tiket pesawat Merpati, Marianus Sae memerintahkan Satpol PP untuk menduduki landasan bandara. Akibatnya, sebuah penerbangan dari Kupang yang mengangkut 54 penumpang, terpaksa balik arah, kembali ke Bandara El Tari, Kupang. Perjalanan pun dialihkan melalui jalur darat.

Marianus Sae sendiri, kepada wartawan menjelaskan bahwa awalnya, dirinya harus datang dalam dua acara, penetapan APBD Ngada dan menerima DIPA di Kupang. Karena tak bisa diwakili, ia meminta bantuan pada penerbangan Merpati.

“Maka saya mencoba booking. Tapi full. Saya sampai mohon-mohon karena ada sidang DPRD. Saya tidak dihiraukan. Saya dipingpong ke sana kemari,” tuturnya kepada Tribunnews.

Marianus Sae menjadi Bupati Ngada sejak Pilbup pada tahun 2010. Bersama seorang Paulus Soliwoa, Marianus mengusung label ‘Mulus’ untuk maju dalam pemilihan. Meskipun berhadapan dengan tujuh kontestan, termasuk bupati incumbent, nyatanya pasangan Mulus mampu menang satu putaran dengan raihan suara 48 persen.

Dilaporkan Merdeka, mobil dinas Marianus hanyalah kijang tua karena dia lebih suka menyaksikan APBD digunakan untuk membantu rakyat miskin. Ia juga membagi bagi 10.000 sapi untuk penduduk kurang mampu di kabupaten. Belum lagi, pembangunan bendungan untuk irigasi di Bajawa.

Detik juga menyebutkan, seorang warga memberi kesaksian, sang bupati sudah datang pukul 07.00 pagi di kantor, dan sering menegur PNS yang datang terlambat. Karakternya yang keras dan tegas, membuat warga tersebut, yang memiliki akun twitter @gustibrewon, melabeli sang bupati Ngada sebagai ‘Ahok dari Flores’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda