Scroll to Top

Keluarga Toure: Tiga Bersaudara Pesepakbola Handal

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 03 Jun 2011

Dua bersaudara bermain bola tentu bukan hal baru bagi kita. Pada dekade 1990-an penggemar sepakbola mengenal sosok Frank dan Ronald de Boer, bek dan gelandang bertahan timnas Belanda yang pernah memperkuat Ajax Amsterdam dan Barcelona.

Ada pula duo striker raja offside, Filippo dan Simone Inzaghi. Pippo, sapaan Filippo, terlebih dahulu meroket bersama Juventus untuk kemudian menjadi striker andalan AC Milan. Simone sang adik, meski tak setenar kakaknya, merumput di Piacenza untuk kemudian menjadi salah satu striker kala Lazio menjuarai Serie-A musim 1999/2000.

Lalu, bagaimana kalau ada tiga kakak-beradik yang ketiganya bermain sepakbola? Mereka adalah Kolo, Yaya, dan Ibrahim Toure. Bagaimana kisah ketiga bersaudara ini?

 

Kolo Yang Paling Tua

Kolo Habib Toure yang lahir 19 Maret 1981 terkenal terlebih dahulu kala bergabung dengan Arsenal pada 2002. Sebagai defender, Kolo langsung menjadi starter sejak awal debutnya bersama The Gunners. Tujuh musim di Arsenal, total Kolo tampil 326 kali dengan 14 gol.

Pada 2009, Kolo hijrah ke Manchester City yang menjelma sebagai klub kaya dan menjabat sebagai kapten. Semusim kemudian, sang adik, Yaya, direkrut oleh pelatih Roberto Mancini, menjadikan keduanya untuk pertama kalinya bergabung dalam satu tim di tanah Eropa.

Sehari-hari, Kolo dikenal sangat taat beragama (Islam). Bahkan, ia merupakan salah satu guru mengaji di London kala masih merumput di Arsenal.

 

 

Yaya Paling Sukses

Gnégnéri Yaya Touré yang lahir 2 tahun setelah sang kakak, lebih banyak berpengalaman pindah klub. Ia pernah merumput di Beveren (Liga Belgia),Metalurh Donetsk (Ukraina), Olympiacos  (Liga Yunani) dan AS Monaco (Liga Prancis) sebelum merapat ke Barcelona.

Di klub Catalan inilah Yaya menjadi salah satu superstar dan memenangkan banyak trofi. Namun, belakangan, kala Sergio Busquets muncul, Yaya mulai disingkiran.

Akhirnya, kala tawaran datang dari Manchester City, Yaya tidak menampik. Apalagi di klub tersebut sudah ada sang kakak, Kolo. Musim ini, musim pertama Yaya di The Citizens, ia tampil impresif dengan main 48 kali dan mencetak 11 gol.

 

 

Ibrahim Yang Paling Muda

Ibrahim Oyala Toure terpaut 5 tahun dari Kolo. Dari ketiga saudara ini, Ibrahimlah yang nasibnya kurang beruntung. Ia sebenarnya sempat mengikuti jejak Yaya kala bermaiin di Metalurh Donetsk. Namun, ia gagal tampil maksimal.

Setelah sempat bermain bersama Al-Ittihad (Liga Syria) kini Ibrahim memperkuat Misr Lel Makasa.

Seperti halnya kedua kakaknya, Ibrahim adalah pemeluk Islam yang taat. Namun, kalau kedua kakaknya sudah mampu menembus timnas Pantai Gading, Ibrahim tampaknya kesulitan mengikuti jejak keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda