Scroll to Top

Di Bali, Salak Disulap Jadi Wine

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 08 Oct 2011

wine salak

Wine, yang biasa dibuat dari anggur, kini bisa produksi dari buah salak. Masyarakat di Kabupaten Karangasem, Bali, merintis minuman beralkohol ini. “Wine salak”, begitu sebutannya, menggunakan jenis salak bali sebagai bahan baku utama.

Kabupaten ini menjadi daerah pemasok salak bali. Saat panen tiba, ratusan ton bisa dihasilkan. Meski begitu, harga salak bali seringkali berfluktuasi. Untuk mendapatkan laba, salak harus pada posisi harga Rp 10 ribu per kilogram. Dan, untuk membuat satu botol wine salak, diperlukan satu kilogram salak.

“Jika salak tersebut bisa diolah dengan baik menjadi wine salak, maka dipastikan dapat menyetabilkan harga salak,” ujar I Wayan Geredeg, Bupati Karangasem, seperti dikutip Republika.

Harga jual wine salak cukup mahal. Satu botolnya mencapai Rp 200 ribu. Namun, itu harga untuk konsumen langsung. Produsen atau petani hanya menjualnya Rp 26 ribu kepada  distributor. Dan, distributor menjualnya seharga Rp 100 ribu ke pengecer sebelum dipasarkan langsung ke konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda