Scroll to Top

Gonore: Penyakit Seksual Jenis Baru Mulai Mengintai

By Ika / Published on Tuesday, 11 Oct 2011

bahaya penyakit kelamin

Gonorrhoea atau yang biasa kita sebut dengan gonore adalah salah satu penyakit seksual yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit menular ini ditandai dengan gejala adanya rasa nyeri ketika buang air kecil dan diikuti oleh kencing nanah.

Seseorang yang mengidap gonore umumnya akan diberi obat atau antibiotik cephalosporins. Gonore bisa dengan mudah diatasi dan biasanya pasien hanya perlu mengkonsumsi satu buah pil saja.

Namun baru-baru ini, peneliti dari Swedia menemukan adanya gonore jenis baru di Jepang yang mampu bertahan dan resisten terhadap segala macam obat. Gonore jenis baru yang juga disebut dengan super gonore ini akan bisa menyebar dengan cepat kecuali segera dilakukan pengembangan pengobatan. Peneliti yakin bahwa penyakit seksual yang awalnya bisa diatasi dengan mudah ini akhirnya bermutasi dan menjadi resisten terhadap obat-obatan.

“Antibotik telah menjadi standart pengobatan untuk gonore sejak tahun 1940, gonore akhirnya menunjukkan adanya pengembangan resistensi terhadap semua obat yang memang digunakan untuk mengontrol mereka,” kata Magnus Unemo dari laboratorium penelitian di Orebro.

gonorrhea bakteriDr.David Livermore menambahkan bahwa tes laboratorium menunjukkan bahwa bakteri penyebab gonore mulai kurang sensitif terhadap cephalosporins. Artinya peneliti harus segera mengembangkan jenis cephalosporins yang baru, karena bisa saja dalam lima tahun ke depan, gonore menjadi penyakit seksual yang akan lebih sulit untuk diobati.

Gonore jenis baru yang ditemukan di Jepang ini bisa menyebabkan kemandulan pada pria maupun wanita bila tidak segera diobati. Bahkan bisa menjadi masalah kesehatan yang serius apabila sampai menyebar ke darah dan persendian.

Rebecca Findlay dari Asosiasi Keluarga Berencana mengatakan bahwa gonore bisa menyerang siapa saja dan tidak kenal usia. Di Inggris saja ada sekitar 16.700 orang yang terinfeksi gonore setiap tahunnya, dan setengah dari mereka masih berusia 16-24 tahun.

Pencegahan adalah langkah yang paling baik dan tiap orang harusnya dapat menjaga kesehatan seksual mereka masing-masing, misalnya dengan menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual.

“Pencegahan lebih baik daripada mengobati, apalagi ketika pengobatan semakin sulit. Kita juga tahu bahwa antibiotik tidak akan selalu bisa bekerja dengan baik,” kata Rebecca Findlay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda