Scroll to Top

Kecanduan Game Bisa Merusak Otak

By Ika / Published on Sunday, 16 Oct 2011

anak main gameSeorang ilmuwan terkemuka menyatakan bahwa seorang anak tidak seharusnya bermain game komputer yang umumnya membuat kecanduan karena bisa merusak perkembangan mental mereka.

Baroness Greenfield, mantan direktur The Royal Institution mengatakan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu di depan komputer bisa menyebabkan perubahan fisik pada otak yang akhirnya menimbulkan masalah pada perilaku seseorang.

Suatu permainan seperti video games dapat membuat otak ‘meledak’ dengan jalan menonaktifkan jaringan saraf tertentu yang ada pada otak secara permanen atau hanya sementara.

“Otak manusia akan berevolusi untuk beradaptasi dengan lingkungan. Jika lingkungan berubah, maka hal itu juga akan berimbas pada otak,” kata Barones seperti yang dikutip Sidomi News dari Daily Telegraph.

Barones juga menambahkan bahwa ketika seseorang bermain video game terlalu lama dan mengesampingkan banyak hal, maka akan tercipta suatu kondisi baru yang tentunya akan berdampak pada otak. Ia akan kehilangan waktu berharga seperti saat-saat di mana ia seharusnya bermain, memanjat pohon, atau memberi pelukan pada seseorang.

Dalam pidatonya di sebuah sekolah swasta Sherborne Girls di Dorset, Barones bermainjuga mendorong para murid agar mereka tidak mendekam di dalam rumah dan memilih sibuk dengan video games daripada keluar rumah untuk bermain.

Dalam waktu setahun, rata-rata seorang anak berusia 10 tahun akan menghabiskan waktu 2.000 jam di depan layar komputer. Beberapa studi ilmiah juga mengungkapkan bahwa bermain di depan komputer atau surfing internet dalam jangka waktu lama, bisa menimbulkan perubahan fisik pada otak.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa kecanduan internet bisa mempengaruhi struktur di bagian dalam otak, bahkan dapat menyebabkan penyusutan korteks otak besar (lapisan tipis berwarna abu-abu yang ada di otak).

Penelitian lain yang dilakukan 10 tahun lalu di Jepang juga menyatakan bahwa bermain video game hanya akan menstimulasi sebagian kecil otak, yaitu bagian yang bertanggung jawab mengatur visi dan gerakan manusia. Sedangkan bagian otak lain yang bertugas mengatur penalaran, emosi, dan perilaku bisa jadi terbelakang.

Walau begitu, ilmuwan juga menambahkan bahwa video game tertentu memiliki dampak positif terhadap otak, misalnya meningkatkan kecerdasan dan daya ingat, bahkan dapat mengobati trauma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda