Hasil Quick Count Pemilu 9 April 2014: PDIP & Golkar Terdepan

Hasil Pemilu 2014: Quick Count Pemilu 2014 atau hitung cepat Pemilu 2014 Pileg Legislatif 9 April oleh berbagai lembaga survey menunjukkan PDIP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra sementara masuk ke dalam tiga besar. Di balik keberhasilan ketiga partai politik tersebut mendulang suara dalam hasil Pemilu 2014, perolehan Partai Demokrat (PD) menukik tajam dengan kehilangan sekitar 10% suara.

Persentase hasil hitung cepat Pemilu 2014 sendiri tidak terlalu jauh berbeda. Semisal, survey Cyrus-CSIS dengan persentase sampel 97,70% mencantumkan PDI Perjuangan sebagai pemilik suara terbanyak dengan 19,00%.

Partai yang mengusung Jokowi sebagai presiden ini diikuti oleh Partai Golkar dengan 14,30%. Selanjutnya berturut-turut peringkat berikutnya adalah Partai Gerindra (11,80%), Demokrat  (PD) (9,60%), dan PKB (9,20%).

Urutan posisi partai berikutnya hingga yang terendah adalah, PAN (7,50%), PKS (6,90%), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) (6,90%), PPP (6,70%), Partai Hanura (5,50%), PBB (1,60%), dan PKPI (1,10%).

Hitung cepat Kompas untuk Pemilu Legislatif 2014 juga tidak terlalu berubah.Dengan suara masuk sebesar 93%  PDI-P memperoleh suara terbanyak dengan 19,24%. Mereka disusul oleh Golkar dengan 15,03%. Partai Gerindra masuk ke dalam tiga besar dengan mendapatkan 11,75%.

Berikutnya Partai Demokrat menyusul dengan 9,42%. PKB ada di peringkat lima dengan memiliki suara 9,13%. Kemudian berturut-turut partai dengan perolehan suara yang masuk adalah PAN (7,49%), PKS (6,99%), Partai Nasional Demokrat (6,7%), PPP (6,7%), Partai Hanura (5,1%), PBB (1,5%), dan PKPI (0,94%).

Jika hanya melihat dari hasil quick count di atas, terlihat suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009 kemungkinan besar lari ke PDIP dan Partai Gerindra. Sementara itu, PKB mengalami lonjakan hingga sekitar 5% dan menjadi partai berbasis massa Islam dengan perolehan suara terbanyak.

Hasil resmi perolehan akhir suara dalam Pemilu 2014 sendiri baru akan diumumkan KPU pada Mei 2014 mendatang. Quick count hanya merupakan gambaran, dan bukan hasil akhir pemilihan.

Foto: kemendagri.go.id