Scroll to Top

Tingginya Polusi Udara Tingkatkan Resiko Kanker Paru-Paru

By Ika / Published on Monday, 31 Oct 2011

Kanker paru-paru ternyata tidak hanya mengancam mereka yang hobi merokok. Bagi Anda yang hidup daerah dengan tingkat polusi yang tinggi, sebaiknya berhati-hati. Menurut sebuah studi, polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker paru-paru hingga 20% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hidup di daerah berudara bersih.

polusi udara

Sebagaimana dikutip Sidomi News dari Reuters, penelitian ini mengungkapkan bahwa udara yang kotor mengandung partikel-partikel kecil dan halus, apabila partikel ini selalu terhirup oleh manusia dalam jangka waktu yang lama tentunya dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan peradangan pada organ tersebut. Hal inilah yang diduga bisa meningkatkan resiko kanker paru-paru.

Studi yang dilakukan oleh Michelle Turner ini melibatkan lebih dari 180.000 orang non-perokok yang ada di 50 negara bagian Amerika dan juga Puerto Rico. Studi ini dilakukan selama 26 tahun dan selama itu pula sudah 1.100 orang yang meninggal karena kanker paru-paru.

Menurut penelitian, level atau tingkat polusi di tiap daerah memang berbeda. Di setiap daerah, rata-rata memiliki level polusi sebesar 6-38 unit dan angka ini terus berubah setiap tahunnya. Namun dari studi ini diketahui, setiap tambahan 10 unit polusi yang mencemari udara bisa meningkatkan resiko kanker paru-paru setinggi 15-27%.

Studi ilmiah yang dilakukan oleh Turner ini menguatkan penelitian sebelumnya yang dilakukan di China. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya hubungan yang berbanding lurus antara tingginya tingkat polusi udara dan resiko kanker paru-paru. Studi ilmiah yang dilakukan di China tersebut meneliti bahaya polusi di dalam ruangan yang disebabkan oleh pembakaran batu bara atau kayu bakar yang biasanya digunakan dalam perapian untuk menghangatkan ruangan. Tak hanya itu, studi serupa yang menghubungkan antara polusi knalpot dan kanker paru-paru juga pernah dilakukan di Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda