Scroll to Top

10 Pemain Sepakbola Muslim di Klub Elite Eropa (Bagian 2)

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 11 Jun 2011

Bagian ini adalah kelanjutan bagian terdahulu tentang pemain sepakbola muslim di klub elite Eropa. Sebelumnya kita sudah membahas nama Karim Benzema, Mesut Oezil, Samir Nasri, Eric Abidal, dan Frederick Kanoute. Berikut ini adalah 5 pemain lainnya, dari Sulley Muntari hingga Robin van Persie.

 

6. Sulley Ali Muntari

Nama aslinya adalah Sulleyman Ali Muntari yang merujuk pada nama Sulaiman, salah satu nabi. Gelandang Internazionale ini adalah salah satu pemain kunci kala I Nerazzuri diarsiteki oleh Jose Mourinho. Muntari termasuk dalam skuad utama ketika musim 2009/2010 Internazionale mendapatkan tiga gelar sekaligus dari tiga kompetisi yang mereka ikuti musim tersebut, yaitu Liga Italia, Piala Italia, dan Piala Champions.

Yang unik, Muntari pernah merayakan gol dengan sujud syukur. Hal ini mengundang reaksi positif dari komunitas muslim di Italia. Banyak yang berkata, Muntari menunjukkan bahwa dalam kebahagiaan setinggi apa pun (dalam hal ini mencetak gol), seorang muslim tetap menunjukkan kerendahannya di depan Allah (bersujud).

Sayangnya, Muntari pernah berhadapan dengan kerasnya Mourinho terkait statusnya sebagai muslim yang mesti menjalankan puasa Ramadhan. Mourinho mengkritik Muntari yang malah berpuasa pada awal-awal kompetisi. Mou sendiri menilai fisik Muntari merosot gara-gara puasa. Ucapan Mou ini jelas mengundang protes dari berbagai kalangan karena seolah-olah Mou tidak menghargai kebebasan beragama yang konon dijunjung tinggi oleh orang Barat.

 

7. Thierry Henry

Siapa yang tidak mengenal Henry? Ia adalah salah satu striker terbaik yang pernah membela Arsenal sepanjang masa. Bahkan, Henry mengantar Arsenal sebagai tim yang tak pernah kalah dalam semusim di Premier League kala Arsenal menjuarai liga pada musim 2003/2004.

Produktif di Arsenal, Henry juga tajam di timnas. Ia masuk dalam skuad Prancis kala menjuarai Piala Dunia 1998 di kandang sendiri. Ia juga menjadi salah satu kunci kala Les Bleus menjuarai Piala Eropa dua tahun kemudian di Belanda-Belgia.

Sayangnya, sejak pindah ke Barcelona, Henry kehilangan tuahnya. Ia tidak seproduktif kala memperkuat Arsenal. Padahal, salah satu alasan Azulgrana merekrutnya jelas karena torehan golnya. Alhasil Henry sering duduk di bangku cadangan.

Di Barcelona, Henry bergabung dengan tiga pemain muslim lainnya: Seydou Keita, Eric Abidal, dan Yaya Toure. Namun, baik Henry dan Yaya Toure kemudian hijrah dari klub Catalan.

 

8. Marouane Chamakh

Barangkali kata Marouane pada nama Marouane Chamakh dalam bahasa Indonesia akan ditulis dengan “Marwan”. Chamakh yang asal Maroko ini dibeli Arsenal pada musim panas lalu. Ia menjadi salah satu dari beberapa pemain muslim di Arsenal. Di antaranya Bacary Sagna, Samir Nasri, dan Abou Diaby.

Sempat tampil apik di awal musim, Chamakh seperti kehilangan sentuhan dalam sisa pertandingan di Premier League. Dari total 43 kali tampil (26 sebagai starter), Chamakh hanya mencetak 11 gol, kalah dari rekan satu timnya, Samil Nasri yang seorang gelandang (15 gol)

 

 

 

 

 

 

9. Kolo Toure

Bek Manchester City ini dikenal tangguh menjaga pertahanan. Dengan postur raksasa, Toure dipastikan akan membuat striker lawan ciut nyalinya untuk berhadapan dengannya. Kehidupannya di Manchester semakin nyaman ketika mantan punggawa Barcelona sekaligus sang adik, Yaya Toure, ikut bergabung ke The Citizens.

Berkaitan dengan agama, Toure termasuk pribadi yang saleh. Bahkan, ketika di Arsenal, ia adalah salah satu guru mengaji. Kini, ketika ia di Manchester, Toure masih bolak-balik Manchester-London demi melanjutkan pengajarannya. Siapa nyana, di balik kegarangannya di lapangan, Toure adalah sosok yang lembut dan penuh pengabdian terhadap agama.

 

10. Robin van Persie

Van Persie tidak hanya Islam, tetapi juga keturunan orang Indonesia. Masalah ketajaman, tidak diragukan lagi. Ia adalah tipe striker yang tidak hanya haus mencetak gol, tapi juga mau berbagi (mengalah) bola dengan rekannya. Baik di Arsenal maupun di timnas Belanda, ia adalah andalan utama.

Sayangnya, van Persie kerap dibekap cedera. Alhasil, penampilannya yang cemerlang kerap “hilang” atau tidak terlalu banyak membantu timnya. Arsene Wenger mengakui hal ini. Kala Arsenal untuk kesekian kalinya gagal menjuarai Premier League, Wenger berkilah. Seandainya Van Persie tidak terlalu sering beristirahat untuk memulihkan kakinya, The Gunners akan lebih mudah mengambil peluang untuk memuncaki klasemen.

Komentar Anda