Scroll to Top

David Villa dan Kutukan Strategi Josep Guardiola

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 09 Nov 2011

Seorang penyerang dibeli untuk mencetak gol. Tunggu dulu. Josep Guardiola mengubah patron ini. Baginya, striker kelas dunia didatangkan untuk bermain lebih melebar. Atau, dalam bahasa yang lebih kasar, sejak Samuel Eto’o, Zlatan Ibrahimovic, hingga David Villa, digunakannya untuk mengalah pada Mesiah bernama Lionel Messi.

Baru-baru ini Ibrahimovic menyerang Guardiola dengan pedas dalam biografinya. Penyerang haus gelar Liga Champions yang selalu sial ini muak dengan strategi Pep. Plus, tingkah laku anak-anak Catalan yang tunduk patuh kepada sang pelatih.
Sempat muncul pula gosip perseteruan antara David Villa dan Lionel Messi. Konon, Villa tak puas dengan tugasnya yang melayani Messi.

Kalau Ibrahimovic menyerang Pep dengan kata-kata, Villa berbicara melalui statistik. Sumur golnya mengering dan sampai kapan mantan idola Valencia bertahan di Camp Nou menjadi tanda tanya besar.

Sebelum datang ke Barcelona, Villa adalah raja gol. Publik Kelelawar, julukan Valencia, cukup datang ke stadion sambil melihat jam tangan. Menerka, kira-kira, pada menit berapa Villa mencetak gol.

Namun, keadaan jauh berubah. Musim ini, Villa sudah bermain 17 kali dari 18 laga Barcelona. 12 di antaranya dimulai sebagai starter. 5 sisanya, Villa keluar dari bangku cadangan.

Dari total laga tersebut, koleksi golnya mentok di angka 7. Gol ini setara dengan 30,43% gol Lionel Messi!

Statistik Villa Messi
Tembakan 45 98
Tembakan on Target 23 54
% 51.11 55.10
Gol 7 23

Beralih pada statistik lain, kita bisa berkaca pada jumlah tembakan. Messi melepas 98 tembakan sedangkan Villa kurang dari setengahnya, 45 kali tembakan.

Persentase tembakan on target David Villa pun hanya 51,11%. Kalah dari Messi yang 55,10%. Untuk seorang penyerang yang berlabel top skorer timnas Spanyol sepanjang masa dan mantan pichichi La Liga, keadaan benar-benar kontras untuk penyerang nomor 7.

Satu hal yang cukup menyegarkan David Villa adalah posisinya yang tidak sendirian. Di sebelahnya ada sosok Pedro Rodriguez. Jebolan akademi La Masia ini sudah bermain 14 kali, 12 di antaranya menjadi starter. 3 gol dibuat Pedro dengan jumlah tembakan setengah dari total sepakan David Villa, 24 kali.

Jadi, bagi penyerang yang dibidik Barcelona musim dingin atau musim panas mendatang, ada dua pertanyaan. Ingin gelar atau ingin mencetak gol? Kalau pilihannya yang kedua, masih banyak klub yang menyediakan pengumpan-pengumpan andal. Tapi, buat apa mencetak gol kalau seluruh gelar disapu bersih oleh tim yang tidak mengandalkan penyerang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda