Scroll to Top

Gerhana Bulan Total Merah Darah 4 April 2015

By Aditya / Published on Friday, 03 Apr 2015

Gerhana Bulan Total Merah Darah 4 April 2015 blood moon

Gerhana bulan total merah darah atau yang juga dikenal dengan istilah “blood moon” akan terjadi pada tanggal 4 April 2015, yang akan mencapai puncaknya pada pukul 18.58 hingga 19.02 WIB. Terjadinya fenomena alam ini bertepatan dengan 14 Jumadil Akhir 1436 H menurut kalender Islam, yang juga merupakan peringatan malam Paskah bagi umat Kristiani. Gerhana bulan total merah darah dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Lantas, mengapa disebut gerhana bulan total merah darah? Warna merah darah pada gerhana tersebut disebabkan karena tertutupnya bulan oleh bayangan bumi yang membiaskan cahaya matahari sehingga memunculkan efek merah. Pantulan atmosfer bumi, yang merupakan kumpulan debu letusan gunung berapi, juga menjadi faktor yang membuat warna merah darah pada fenomena alam tersebut.

Terkait kejadian langka ini, kaum muslimin dianjurkan untuk melakukan shalat gerhana dan memperbanyak amal baik. “Kaum Muslimin diingatkan bahwa gerhana bulan atau matahari bukan dikarenakan akan datangnya musibah atau pun akibat kematian seseorang melainkan semata-mata kekuasaan Allah,” pesan Ketua Umum MUI Kota Bandung, KH. Miftah Faridl,

“Akhir total gerhana akan terjadi pukul 19.02 dan akhir kontak gerhana pada pukul 20.44. Gerhana bulan total pada 4 April 2015 merupakan gerhana bulan pertama dalam rangkaian gerhana tahun 2015 yang secara umum, Gerhana bulan total 4 April dapat dilihat dari seluruh Indonesia ketika bulan terbit,” lanjutnya.

“Shalat gerhana bulan dengan dua rakaat dan ada khutbahnya yang intinya mengingatkan akan kebesaran Allah. Teknik shalat gerhana yakni seperti shalat biasa, namun setelah ruku dan iktidal tetap berdiri untuk membaca Q.S. Al Fatihah dan membaca surat pilihan lagi sehingga dalam satu rakaat ada dua kali membaca QS. Al Fatihah dan surat pilihan, dua kali ruku dan dua kali i’tidal,” tambah Pengurus Pusat Ormas Persatuan Islam (Persis), KH. Komaruddin Saleh.

 

Komentar Anda