Scroll to Top

AC Milan vs Barcelona 2-3: Buah Formasi Khusus 3-3-4

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 24 Nov 2011

AC Milan 2-3 Barcelona

AC Milan diharapkan mampu menjadi klub pertama yang mampu menggasak Barcelona musim ini. Berbekal hasil seri 2-2 di laga pertama, setidaknya Rossoneri siap memberikan terapi kejut bagi El Barca.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan, Barcelona tidak bisa membedakan mana laga kandang mana laga away. Kemenangan 2-3 sangat layak disandang oleh tim yang memenangkan segalanya dini hari ini.

Entah formasi apa yang dipakai oleh Josep Guardiola. Mungkin, daripada formasi superofensif 3-4-3, dalam laga tadi Barcelona lebih layak disebut menggunakan skema 3-3-4. Cesc Fabregas dan Thiago Alcantara menjadi “penyerang tengah” sementara David Villa dan Lionel Messi menusuk melalui sayap.

Menit 14, hentakan Barcelona terasa. Thiago yang pantang menyerah berhasil memenangkan bola di sisi kiri pertahanan AC Milan. Dikirimkannya bola kepada Lionel Messi. Sang pahlawan segera memberikan umpan terobosan cantik kepada Seydou Keita.

Umpan Keita yang mengarah kepada Xavi Hernandez, justru diteruskan oleh Mark Van Bommel. Gol bunuh diri ini adalah yang keempat dalam matchday 5.

Tersengat, Milan merespons enam menit kemudian. Zlatan Ibrahimovic bisa membalaskan dendam atas “pembuangan” El Barca terhadapnya. Memanfaatkan ruang kosong dan umpan brilian Clarence Seedorf, Ibracadabra sukses menaklukkan Victor Valdes dengan satu sentuhan.

Xavi Hernandez dijatuhkan di kotak penalti ketika pertandingan berjalan setengah jam. Alberto Aquilani yang menjatuhkannya dan Alessandro Nesta yang mendapatkan kartu kuning.

Sang eksekutor, Lionel Messi mesti mengulang penalti setelah pada penalti pertama ia menghentikan langkah. Dua-duanya mulus dan Christian Abbiati  tak bisa meminta ulangan penalti lagi.

AC Milan 2-3 Barcelona (2)

Barcelona yang terus menekan, sedikit mengingatkan kita pada era akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Mereka tajam di depan, sekaligus keropos di belakang.

Kalau pada era tersebut kesalahan tak termaafkan karena semua yang berada di lini pertahanan murni bek, kali ini kebocoran itu, meskipun fatal, setengah dimaklumi. Cuma orang gila sekaligus cerdas yang mau menempatkan formasi Carles Puyol-Javier Mascherano-Sergio Busquets sebagai tiga bek. Sementara, Abidal sempat diplot sebagai gelandang kanan yang defensif.

Permasalahan lini belakang inilah yang menjadi kunci gol AC Milan di menit 54. Tandukan tak sempurna Javier Mascherano dengan jitu dimanfaatkan Kevin Prince-Boateng. Tendangannya menghunjam sudut gawang Victor Valdes setelah aksi individual di atas rata-rata.

Namun, Barcelonalah yang menyelesaikan permainan. Lionel Messi melengkapi posisinya sebagai man of the match dengan memberikan assist brilian kepada sang maestro lini tengah, Xavi Hernandez. Umpan Messi yang membelah bek AC Milan, diselesaikan secara sempurna oleh Xavi di menit 63.

http://www.youtube.com/watch?v=lLrOXY3MkZk

Dengan kemenangan ini, Barcelona memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup H. Sementara, AC Milan yang sudah memastikan lolos, tak bisa berbuat banyak untuk menyodok sang juara bertahan.

Dari segi ball possessions, Barcelona unggul dengan 60% penguasaan bola. Mereka juga melepaskan 13 tembakan, hampir 50% lebih banyak daripada sang tuan rumah.AC Milan 2-3 Barcelona (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda