Scroll to Top

Liburan Ke Perpustakaan Belanda

By suguh kurniawan / Published on Wednesday, 15 Jun 2011

Berwisata tak musti melulu mengeluarkan biaya yang menghamburkan banyak uang. Belanda dapat dijadikan contoh. Rakyat negeri kincir angin itu menjadikan perpustakaan sebagai tempat tuk menghabiskan waktu berlibur dan melepas penat ditengah aktifitas yang padat. Sangat beralasan bila kemudian kultur belajar di Negara tersebut tumbuh dengan pesat. Hingga menepatkan sebelas universitas negeri kincir angin pada daftar dua ratus Universitas terbaik versi Times Hinger Education Supplemen pada 2009.

Fasilitas

Tentu menjadi pertanyaan besar mengapa pula Rakyat Belanda senang berkunjung perpustakaan. Hal ini ternyata berkaitan dengan peran pemerintahnya yang amat kenara. Akses untuk mendapat bahan bacaan berkualitas didukung dengan perpustakaan perpustakaan mereka dirikan. Di Belanda terdapat 171 gedung perpustakaan yang tersebar di 418 gemeente (kota atau desa). Dimana tiap kota dan desa memiliki satu bahkan lebih dari dua perpustakaan.

Sebagai contoh di Delf. Kota kecil berpenduduk  96.000 jiwa pada Februari 2005 ini, memiliki tiga perpustakaan umum disamping perpustakaan Techniek Universiteit (TU Delft) yang berbangunan modern. Sedang di Den Haag yang berpenduduk setengan juta jiwa, terdapat sembilan belas gedung perpustakaan.

Sedang  fasilitas tak kalah mumpuni. Subsidi besar diberikan pemerintah. Menurut pengakuan Pustakawati di perpustakaan umum Arnhem, Martha Dwi Susilowati, perpustakaan tempatnya bekerja mendapat sokongan dana sebesar 3 juta euro per tahun. Hal ini berimbas pada jumlah buku yang terus bertambah. Di Koninklijke Bibliotheek atau Perpustakaan Nasional di Den Haag, pada 2004 saja terdapat terdapat 3,3 juta material perpustakaan. Terdiri dari  2,5 juta berbentuk buku dan naskah-naskah manuskrip Abad Pertengahan sampai publikasi mutakhir.

Dari sisi layanan, hal hal birokratis dipangkas. Bagi anak anak dibawah delapan belas tahun dibebas-biayakan.  Khusus bagi mereka, terdapat ruang khusus bisa dimasuki oleh mereka saja. Selain terdapat buku buku menarik, merekapun dimanjakan dengan sejumlah fasilitas seperti VCD/DVD, CD Room, mainan dan perangkat  komputer dengan koneksi internet. Ada kalanya petugas perpustakaan tak hanya bertugas memelihara buku tapi bertugas pula sebagai story teller. Mereka melayani tiap anak dengan simpatik.

Pengelola menyelenggarakan pula sejumlah event rutin. Seperti lomba menggambar dengan tema tertentu. Dilain kesempatan untuk memperingati pengarang buku anak terkenal Annie M.G. Schmidt yang sudah meninggal, diadakan lomba mewarnai tokoh Floddertje yang merupakan figur karangan Annie.

Bagi orang dewasa perpustakaan Kerajaan (Koninklijke Bibliotheek) di Den Haag dapat dijadikan alternatif kunjungan. Selain dilengkapi sejumlah buku, dikabarkan pada 2011 ini Koninklijke Bibliotheek akan melansir situs khusus yang memuat seluruh koran Belanda yang terbit antara 1814 sampai 1998, ditaksir terdapat 8 juta halaman. Juga seluruh buku dan majalah yang pernah dipublikasikan di Belanda akan di-digitalisir dan diunggah ke situs itu.

Wisata Pustaka

Dengan fasilitas dan kemudahan sedemikian mumpuni, tak heran bila Rakyat belanda gemar berkunjung ke perpustakaan. Membaca tak lagi menjemukan lantaran didukung oleh suasana yang menyenangkan. Wisata pustaka sejatinya telah membudaya sebab telah terbangun keadaran bila melek pengetahuan adalah indikasi maju atau mundurnya suatu bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda