Scroll to Top

Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Penyakit Jantung

By Ika / Published on Sunday, 27 Nov 2011

Vitamin adalah kebutuhan mutlak bagi setiap orang, termasuk vitamin D. Sayangnya tak sedikit orang yang mengabaikan pentingnya vitamin yang satu ini, padahal vitamin D juga sama pentingnya dengan vitamin yang lain seperti vitamin A, B, C, atau vitamin E.

Para peneliti di Universitas Kansas mencoba melakukan sebuah studi yang mengaitkan hubungan antara vitamin D dan penyakit jantung. Studi ilmiah tersebut dilakukan dengan menganalisa lebih dari 10.000 pasien, 70% dari mereka telah didiagnosa kekurangan vitamin D. Dari hasil analisa tersebut, diketahui bahwa mereka yang kekurangan vitamin D punya resiko tinggi terhadap penyakit jantung.

Suplemen Vitamin D

Para peneliti sendiri cukup terkejut dengan hasil analisa yang mereka temukan. Mereka tidak mengira bahwa kekurangan vitamin D bisa berakibat cukup fatal terhadap jantung.

We expected to see that there was a relationship between heart disease and vitamin D deficiency; we were surprised at how strong it was. It was so much more profound than we expected,” kata Dr. James L. Vacek sebagaimana dikutip Sidomi News dari Reuters.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa kekurangan vitamin D bisa jadi menimbulkan resiko 2 kali lipat lebih tinggi terhadap kematian. Namun peneliti juga mengatakan bahwa mereka yang mengalami defisiensi vitamin D dan mengonsumsi suplemen vitamin tersebut secara rutin akan menurunkan resiko kematian hingga 60%.

Dalam studi tersebut memang tidak dibuktikan bahwa kekurangan vitamin D adalah penyebab utama penyakit jantung, namun defisiensi vitamin tersebut bisa dipastikan akan meningkatkan resikonya. Peneliti pun menyarankan agar setiap orang mulai peduli dengan kesehatannya, termasuk memperhatikan asupan vitamin D bagi tubuh mereka.

Menurut Dr. James L. Vacek, manusia bisa mendapatkan vitamin D dengan dua cara. 90% didapatkan dari matahari dan sisanya bisa didapatkan dari makanan atau suplemen. Dr. James L. Vacek mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan vitamin D secara maksimal dari matahari, seluruh tubuh seseorang harus terkena paparan sinar matahari (di pagi hari) setidaknya selama 20 menit setiap harinya. Untuk makanan, Vacek menyarankan agar kita memakan ikan berminyak, telur, dan juga susu yang kaya kandungan vitamin D.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda