Scroll to Top

Selain Munculkan Cinta, Oksitosin Pengaruhi Rasa Cemburu dan Iri

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 29 Nov 2011

cemburu

Cemburu itu tanda cinta. Begitulah sikap seseorang yang melihat kekasihnya tiba-tiba tertarik dengan lawan jenis lain. Antara cinta dan cemburu ini ternyata digerakkan hormon oksitosin. Selama ini, oksitosin dikenal sebagai hormon yang dapat menimbulkan perasaan sayang dan ingin dekat dengan orang yang dicintai. Dan, pengaruh hormon ini dalam menimbulkan rasa cemburu dan iri hati ditemukan dari sebuah penelitian dari Universitas Haifa, Israel.

Menurut Simone Shamay Tsoory, sang peneliti, oksitosin diduga mampu membuat sentimen sosial jika kadarnya berlebih. Di balik itu, juga bisa menimbulkan rasa setia kawan dan perasaan kasih sayang. Tergantung pada setiap individu, mau dibawa ke arah positif atau negatif.

Pengujian dilakukan pada 56 relawan yang diberikan stimulasi oksitosin saat bermain game dan berkompetisi dengan lawan mainnya. Sesaat sebelum bermain, mereka menghirup okstosin. Ternyata, hasilnya sama pada setiap relan, yaitu ada ambisi yang tinggi dan rasa iri berlebihan untuk bisa mengalahkan lawan main. Namun, pengaruh negatif ini pudar seiring dengan berakhirnya permainan.

“Saat asosiasi negatif yang timbul, hormon ini akan meningkatkan rasa sentimen negatif,” kata Tsoory yang penelitiannya dipublikasikan jurnal Biological Psychiatry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda