Scroll to Top

Barcelona Musim 1991/1992: Tertinggal Delapan Angka, Tetap Juara

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 30 Nov 2011

Barcelona 1991-1992

Hari ini, Barcelona berhasil memangkas defisit menjadi 3 poin di bawah Real Madrid. Meskipun Los Blancos masih menyimpan satu laga, setidaknya Cules menyadari bahwa tim kesayangan mereka masih ingin berlomba dengan Real Madrid setengah tahun ke depan.

Kala itu, Barcelona merupakan tim impian. Pelatih Johann Cruyff menggabungkan produk lokal Spanyol dengan pemain bintang kelas dunia.

Siapa yang tidak mengenal Hristo Stoichkov, Michael Laudrup, dan Ronald Koeman? Sementara, di antara mereka ada José Mari Bakero, Txiki Begiristain, dan Josep Guardiola.

Ya, saat itu, Guardiola baru 20 tahun. Namun, ia sama sekali tidak canggung berada di tim Barcelona yang sedang “oleng”.

13 laga berlalu pada musim 1991/1992, Barcelona jauh lebih tertinggal daripada saat ini. Mereka memiliki defisit 8 angka. Bahkan, tim di atas mereka tidak hanya tunggal seperti saat ini. Duo Madrid sempat berkuasa di awal-awal La Liga musim tersebut.

fc-barcelona-1991-1992

Dari segi hasil pertandingan, Barcelona awal musim 1991/1992 juga lebih buruk daripada Barcelona musim ini. Kala itu pasukan Johann Cruyff begitu melempem. Dalam 13 laga, mereka sudah kalah 3 kali. Yaitu, melawan Sevilla (4-2), Sporting Gijon (2-1), dan Real Oviedo (kalah 1-2 di Camp Nou).

Sementara itu, Real Madrid begitu digdaya. Satu-satunya hasil seri yang diderita Madrid dalam jumlah laga yang sama adalah ketika berduel dalam laga El Clasico. Pada 19 Oktober 1991, penalti Ronald Koeman membuyarkan keunggulan Madrid di Santiago Bernabeu.

Hasil akhir La Liga 1991/1992 adalah keberhasilan Barcelona. Klub Catalan unggul 1 poin dari Real Madrid di klasemen akhir. Mereka mendapatkan 55 poin sementara Madrid cuma 54 angka.

Ya, seiring waktu yang bergulir, Barcelona cuma menambah 3 kekalahan. Sementara, Madrid terjerembab 7 kali.

Jika dibandingkan, tentu saja perolehan angka Barcelona musim ini lebih baik. Mereka cuma terpaut 3 angka.

Taruhlah Madrid memainkan jumlah pertandingan yang sama, margin hanya 6 poin, bukan 8 angka. Barcelona juga baru saja sekali kehilangan angka 1-0 dari Getafe setelah tujuh bulan tak pernah tersentuh kekalahan.

Maka, La Liga musim ini masih belum habis. Bahkan meskipun Real Madrid tengah membuktikan kualitas lini depan mereka yang paling menakutkan, Barcelona menunjukkan bahwa sang juara bertahan masih bisa memperpanjang napas hingga akhir kompetisi.

One thought on “Barcelona Musim 1991/1992: Tertinggal Delapan Angka, Tetap Juara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda