Scroll to Top

Asyiknya Hidup di Desa Bersama Masyarakat Boro

By Ilham Choirul / Published on Friday, 02 Dec 2011

desa boro

Bisakah Anda beradaptasi dengan lingkungan pedesaan yang begitu sederhana, ramah, dan jauh dari modernitas? Kalau Anda orang kota dan ingin mencoba tantangan ini, coba saja berkunjung ke Desa Banjar Asri, Boro, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Di sana ada sebua desa wisata yang diperuntukkan bagi Anda yang  ingin merasakan hidup berdampingan dengan warga desa, mempelajarinya budayanya, sampai memahami kuliner ndeso.

Tidak perlu bingung cari penginapan. Karena, di sana sudah disediakan tempat berteduh dengan arsitektur rumah bargaya limasan dan sebuah rumah joglo. Kalau buat menampung wisatawan sampai 20 orang pun masih bisa untuk setiap bangunannya. Ke depan, bakal ada 24 rumah yang bakal difungsikan sebagai penginapan.

Aneka kegatan alam bisa didapatkan di sini. Panorama indah dari apitan Bukit Menoreh menggoda mata untuk menjelajah keelokan alam di sana. Bisa Anda nikmati dengan jalan kaki, pakai kendaraan, atau bersepeda.

Kalau butuh makan, menu ndeso bisa Anda santap. Ada tahu, tempe, ikan yang diambil dari empang, sayur lodeh, dan sebagainya. Camilannya bisa Anda nikmati ubi yang disajikan bebarengan dengan secangkir teh poci. Mantab deh!

Kalau raga sudah terisi energi, mari lanjutkan lagi perjalanan. Di sana ada arena untuk outbond. Jika ingin melihat bagaimana memproduksi kain tenun, langsung saja menuju rumah produksinya  di desa ini. Karena, Boro termasuk salah satu tempat yang menjadi sentra industri kain tenun di Sleman.

Mau tahu cara main gamelan? Anda akan menemukan ahlinya di sini. Tersedia perangkat gamelan yang bisa dipelajari dan dimainkan wisatawan. Selain itu, Anda bisa melihat kerajinan tenun kain langsung di  rumah produksinya. Karena, desa ini menjadi sentra kerajinan kain tenun di wilayah Sleman.

Untuk menuju ke Desa Banjar Asri, arahkan kendaraan Anda ke  barat dari Kota Yogya. Kurang lebih jaraknya 25 kilometer dari situ. Lebih baik bawa kendaraan sendiri. Transportasi umum yang menuju desa ini masih jarang ada.

sumber: Intisari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda