Scroll to Top

Nike Ardila, Gugur Bunga Sang Kembang Nada

By Aditya / Published on Thursday, 01 Dec 2011

Populeritas Nike Ardila masih berada di level tertinggi ketika berita duka itu tiba-tiba menyeruak. 19 Maret 1995, tepat pukul 06.15 pagi, sang diva dijemput maut. Mobil biru miliknya menghantam pagar beton di Jalan RE Martadinata, Bandung. Sang idola meregang nyawa pada usia yang masih sangat muda, 19 tahun. Nike Ardila adalah salah satu musisi tenar yang mati muda pada puncak karirnya.

Kabar tewasnya Nike Ardila tak pelak membuat geger seisi negeri. Sore itu juga, jenazahnya dikebumikan diiringi isak tangis dan duka yang mendalam dari ribuan orang yang mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir. Bahkan, hingga beberapa hari kemudian, tidak sedikit penggemar setia Nike Ardila yang masih bertahan di rumah duka.

Nike Ardila memang menjadi daya tarik tersendiri bagi riwayat permusikan di Indonesia. Dara asli Sunda yang dilahirkan pada 27 Desember 1975 dengan nama asli Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi ini telah menorehkan segudang prestasi di bidang tarik suara.

Nike Ardila yang menyandang julukan sebagai ”Queen of Indonesian Rock” berpengaruh kuat bagi para penggemarnya, bahkan hingga kini. Seabrek album telah dirilis pelantun ”Seberkas Sinar” ini dengan hits yang begitu banyak. Demikian pula dengan film layar lebar dan sinetron yang dibintanginya.

Sampai sekarang, hari kematian anak didik Deddy Dores ini masih diperingati secara rutin oleh penggemar fanatiknya. Makamnya pun jarang lekang oleh peziarah.

Nike Ardila menduduki peringkat ke-4 dari jajaran 100 perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Kematiannya menjadi berita paling menggemparkan dan ditayangkan 3 bulan tanpa henti oleh televisi nasional, mengalahkan berita wafatnya Lady Diana pada 1997.

Tidak heran jika Majalah Asia Week menyebut ”In Dead She Soared” (”Dalam Kematian Ia Bersinar”) saat memberitakan kematian sang kembang nada. Nike Ardila memang fenomenal sekaligus menjadi legenda, dari masa tenarnya hingga jauh setelah kepergiannya, dan mungkin untuk selamanya.

 

 

One thought on “Nike Ardila, Gugur Bunga Sang Kembang Nada”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda