Scroll to Top

Utang Espanyol Menumpuk, Pemain Bintang Siap Dijual

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 01 Dec 2011

Espanyol dan Barcelona sama-sama berasal dari tanah Catalan. Namun, masalah keuangan, keduanya sama sekali berbeda.

Cornella El-Prat

Yang disebut kedua, berada dalam jajaran teratas klub kaya dunia. Yang disebut pertama, tengah membawa tas ransel yang begitu berat bernama utang.

Musim ini, Barcelona membeli Alexis Sanchez dari Udinese serta Cesc Fabregas dari Arsenal. Kedua pemain besar ini dihargai 55 juta Euro. Ditambah musim lalu, Barcelona mengeluarkan lebih dari 126 juta Euro.

Bandingkan dengan sang tetangga. Mereka cuma membeli Juan Angel Albin, Adrian Luna, dan Hector Moreno dengan total harga 8,5 juta Euro. Tidak ada 1/5 pembelian Barcelona awal musim ini.

Bahkan, Espanyol mesti kehilangan Pablo Osvaldo. Penyerang Italia ini diboyong AS Roma dengan harga 15 juta Euro. Espanyol juga harus melepas José Callejón ke Real Madrid dengan harga 5,5 juta Euro.

Dengan transfer yang surplus 12 juta Euro, nyatanya Espanyol tetap tak bisa berbuat banyak. Kita tidak membicarakan klasemen atau kemandulan para penyerang Espanyol. Melainkan, masalah ekonomi.

Ya, hingga saat ini, Espanyol masih menunggak utang kotor sebesar di atas 187.750.000 Euro (meningkat 14 juta daripada tahun lalu) sedangkan hutang bersih sebesar 148 juta (meningkat 5,5 juta). Targetnya, hingga akhir tahun, utang ini akan berkurang menjadi dengan penjualan pemain, restrukturi gaji, dan penggencetan pengeluaran.

Namun, kenyataan sangat mungkin tidak sesuai dengan harapan. Pasalnya, penanganan Estadi Cornellà-El Prat, stadion kebanggaan mereka, belum selesai-selesai juga. Biaya instalasi Cornella-El Prat dipastikan akan menelan biaya lagi dan utang akan semakin membubung pula.

Di satu sisi, ini menunjukkan betapa jomplangnya kompetisi dan industri sepakbola di Spanyol. Kasus Espanyol sama persis dengan Rayo Vallecano.

Mereka sama-sama berada dekat dengan dua klub raksasa, Barcelona dan Real Madrid. Namun, tim utama kota berjaya dengan pemain bintang sedangkan klub “sampingan” meraung-raung dengan utang menumpuk.

Espanyol yang dihuni oleh Arthur Irawan memang sangat hebat dalam urusan pembinaan pemain muda. Melihat kebangkrutan di depan mata, bukan tak mungkin para pemain muda itu juga akan disepuh menjadi sapi perah. Diternakkan dengan “rumput hijau kualitas tinggi” demi mendapatkan harga minimal 15 juta Euro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda