Scroll to Top

Piyu Kritik Kebiasaan Lipsync

By Aditya / Published on Friday, 02 Dec 2011

Piyu, gitaris band Padi, rupanya gusar dengan perkembangan musik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Setelah diserbu oleh maraknya band-band beraliran ”musik Melayu” yang oleh banyak kalangan dituding telah membuat mutu musik pribumi merosot, kini giliran banjir boyband yang menerjang. Parahnya, para pendatang baru itu tidak dibekali dengan kualitas bermusik yang layak.

Dari sisi industri, tren boyband menjadi komoditas yang menguntungkan. Namun tidak jika dipandang dari esensi dari musik itu sendiri. Para pendatang baru, terutama para pengusung band Melayu”, boyband, serta girlband, kebanyakan hanya sekadar mengejar populeritas, namun tidak diimbangi dengan kualitas bermusik yang baik.

Salah satu dari indikasin buruknya adalah kebiasaan melakukan lipsync di setiap penampilan, yaitu hanya menggerakkan bibir saja alias tidak sungguh-sungguh bernyanyi. Menurut Piyu, lipsync membuktikan bahwa mereka belum sepenuhnya siap untuk tampil di dunia musik secara profesional.

”Aku sih kadang lihat mereka itu malas banget. Karena teknologi, orang yang (sebenarnya) tidak bisa nyanyi suaranya bisa jadi bagus,” tukas Piyu beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Piyu tidak habis pikir mengapa para pendatang baru itu tetap saja tampil lipsync karena hal tersebut justru semakin memperlihatkan ketidaksiapan mereka berada di ranah musik dan tentunya mengurangi nilai mereka sebagai musisi. Gitaris gondrong ini menilai ada dua alasan mengapa lipsync terpaksa dilakukan di atas panggung.

”Pertama, bisa saja mereka lipsync karena kurang percaya diri, dan yang kedua mereka melakukan itu karena memang tidak bisa menyanyi sama sekali. Kalau hal ini diteruskan maka masa depan dunia musik Indonesia akan suram,” keluh Piyu prihatin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda