Scroll to Top

Irfan Bachdim Resmi Dicoret dari Timnas

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 18 Jun 2011

Bersama tiga rekan sebayanya yang lain, Irfan Bachdim resmi dicoret dari timnas Pra-Piala Dunia 2014. Mereka adalah Oktaviani Maniani (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga, dan Yongki Aribowo (Arema Malang). Bukan karena Irfan Bachdim bermain di LPI sebagai liga terlarang pada masa kekuasaan Nurdin Halid. Alasannya, keempat pemain ini lebih dipersiapkan untuk bermain di SEA Games 2011 yang akan diselenggarakan di negara kita sendiri.

Diharapkan, dengan tidak bergabungnya para pemain masa depan ini di timnas senior, mereka akan lebih mampu mencurahkan tenaga untuk SEA Games. Maklum, terakhir kali Indonesia menjuarai SEA Games adalah pada 1991 atau 20 tahun lalu. Tentu ada sebuah kebanggaan tersendiri bila di kandang sendiri timnas sepakbola SEA Games (timnas U-23) bisa memboyong emasnya; sekaligus menambah medali bagi kontingen Indonesia dalam ajang dua tahunan ini.

Timnas senior sendiri akan berjumpa dengan Turkmenistan di babak play-off sebelum masuk ke babak penyisihan grup kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Turkmenistan jelas merupakan lawan menakutkan. Kita ingat bahwa timnas U-23 pernah dipecundangi mereka dengan skor telak 1-3 setelah sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Titus “Tibo” Bonai, pemain Persipura.

Irfan Bachdim sendiri awalnya dipermasalahkan posisinya. Ia sempat tidak disertakan oleh pelatih Alfred Riedl karena bermain di liga “gelap” LPI (sekarang liga ini ada dalam pengawasan PSSI). Padahal, di LPI Irfan terbukti menjadi top skorer bagi klub yang dibelanya, Persema Malang.

Akhirnya, setelah rezim Nurdin Halid tumbang dan berkat “intervensi” PRIMA, Irfan masuk ke kamp pelatihan timnas U-23. Ia dan Okto (panggilan Oktavianus Maniani) sempat bermasalah dengan kedisiplinan karena mangkir dari jadwal pelatihan.

Kita lihat saja apakah strategi mengarahkan pemain muda untuk fokus ke SEA Games akan memberikan hasil memuaskan atau tidak. Di timnas senior sendiri, masih ada nama Bambang Pamungkas dan Christian Gonzales. Masih ada pula para pemain “blasteran” seperti Sergio Van Dijk dan Stefano Lilipaly yang hingga saat ini masih diselesaikan masalah paspornya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda