Scroll to Top

Dua Gol Ajax Dianulir, Wasit Asal Portugal Memihak Real Madrid?

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 08 Dec 2011

Setahun lalu, Real Madrid menciptakan sebuah skandal memalukan di kandang Ajax Amsterdam. Jose Mourinho, yang melihat timnya sudah unggul 0-4, membisikkan kalimat maut untuk disampaikan pada para pemain di lapangan.

Ia meminta Sergio Ramos dan Xabi Alonso untuk mengulur waktu sehingga mendapatkan kartu kuning kedua. Dengan cara ini, Ramos dan Alonso mendapatkan jangka waktu istirahat yang lebih lama.

Ajax-Real Madrid

Musim ini, noda yang sama kembali terukir di Amsterdam Arena. Bukan oleh Jose Mourinho, tetapi oleh wasit Portugal, Manuel De Sousa. Setidaknya demikian yang diklaim oleh para pendukung Ajax.

Dua gol Ajax dalam laga tersebut dianulir Manuel De Sousa. Pertama, gol Nicolas Lodeiro yang dianggap off side di menit 32. Kiper kedua Real Madrid, Antonio Adan, gagal menahan laju tembakan Gregory Van der Wiel. Lodeiro yang menyambut bola muntah, langsung menyarangkan gol. Namun, hakim garis terlanjur mengangkat bendera.

Insiden kembali terulang pada menit 36. Gol Miralem Sulejmani dengan dadanya tidak disahkan wasit. Sulejmani yang meneruskan tembakan Vurnon Anita lag-lagi dianggap berada di posisi yang salah.

Seandainya dua gol tadi disahkan, keadaan akan sama sekali lain. Ya, Ajax sebenarnya hanya membutuhkan hasil seri 0-0 atau kalah dengan skor telak 0-3 sekalipun tak masalah. Syaratnya, di pertandingan lain, Olympique Lyon tidak bisa menang dengan selisih 3 gol.

Mengingat head to head Ajax dan Lyon sama-sama berimbang, seandainya Lyon cuma unggul 1-4 dari Dinamo Zagreb dan juara Liga Belanda kalah 0-3 dari Madrid, Ajaxlah yang lolos karena selisih gol mereka lebih baik.

Pada babak pertama, skenario berjalan lancar. Ajax cuma tertinggal 0-2 dari Madrid, sementara di laga di Kroasia, Dinamo Zagreb yang sempat unggul lebih dahulu, ditahan 1-1 oleh Lyon.

Logikanya, pasukan Frank De Boer bisa kebobolan 1 gol lagi. Tidak mungkin Lyon mampu mencetak 4 gol dalam 45 menit jika runner-up Liga Prancis bermain “normal”.

Namun, apa mau dikata. Dalam 45 menit kedua, Ajax kemasukan 1 gol dan Lyon mampu mencetak 6 gol tambahan. Tiga di antaranya berasal dari Bafetimbi Gomis yang malam itu mencetak quattrick.

Horor pun terjadi. Ajax terdepak dan mesti bernasib sama seperti Manchester United dan City yang berlaga di Europa League.

Ajax sendiri unggul dalam segala hal saat menjamu Madrid. Mereka menguasai ball possession (55%:45%) dan lebih banyak melepaskan tembakan (13 kali).

Namun, Madrid tampil lebih efektif. Dengan skuad yang kebanyakan pemain cadangan, Los Blancos datang untuk memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun yang dilakukan pemain tuan rumah.

Masalah wasit, tentu bukan maksud Manuel De Sousa membela rekan senegara, Jose Mourinho yang memimpin Real Madrid. Insiden ini hanyalah karena faktor human error semata. Namun, faktor kedekatan wasit dan pelatih inilah yang semestinya dipikirkan UEFA kelak untuk menghindari tuduhan tidak sportif dari pendukung klub yang kalah.

Frank De Boer, sang pelatih Ajax Amsterdam, menerima kekalahan dengan lapang dada. Ia juga berkomentar, “Berat rasanya tertinggal 0-2 di babak pertama. Namun, saat itu saya melihat skor di Zagreb 1-0 (gol penyama kedudukan Lyon terjadi di injury time babak pertama). Lalu, ketika babak kedua berakhir, saya mendengar skor sudah berubah 1-7 (untuk Lyon).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda