Scroll to Top

Perwakilan Google, Yahoo, Facebook, dan Twitter Terancam Dicabut izinnya di Indonesia

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 10 Apr 2016

Facebook

Google, Yahoo, Facebook, dan Twitter terancam hengkang dari Indonesia. Ini terkait perizinan mereka yang selama di Indonesia hanya sebagai perwakilan, namun ternyata juga aktif melakukan usaha serta memperoleh laba. Izin kantor perwakilan perusahaan asing (KPPA) atau representative office harusnya tidak melakukan kegiatan usaha. Kegiatannya sebatas menemui klien sebagai kepanjangan tangan perusahaan yang lokasinya di luar negeri. Izin ini tidak lantas membuat kantornya termasuk badan hukum di Indonesia.

Efeknya jelas merugikan Indonesia. Mereka akhirnya menyetorkan pajak yang cukup minim. Perusahaan penyedia konten digital global ini tidak boleh memperoleh izin untuk menggelar bisnis dan memupuk pendapatan negara ini selama izinnya masih perwakilan.

“Izin KPPA tidak boleh melakukan bisnis. Kalau melakukan akan kita cabut (izin KPPA),” kata Azhar Lubis, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), seperti dikutip laman Okezone.

Selama di Indonesia, keempat perusahaan tersebut diduga meraup keuntungan dari iklan padahal mereka tidak memiliki badan hukum. Semestinya baik Google, Facebook, Yahoo, dan Twitter menjadi Badan Usaha Tetap (BUT) sebelum melakukan aktivitas bisnisnya. Dengan begitu perusahaan-perusahaan besar itu membayar kewajiban pajak sesuai porsinya.

Facebook dan Twitter adalah kantor perwakilan yang masing-masing terdaftar menjadi dependent agen dari Twitter Asia Pacific Facebook dan Singapore Pte Ltd di Singapura. Mereka membayar pajak di Singapura, bukan Indonesia. Google Asia Pasific dan Yahoo Singapore Ltd juga membuat kanto perwakilan saja di Indonesia. Keempat perusahaan ini akan terus diperiksa termasuk nilai penerimaan pajak dari iklan.

Komentar Anda