Scroll to Top

Wah, Lotis Pak Karso Jadi Idola Keluarga Cendana

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 17 Dec 2011

Sebagian besar orang pasti sudah mengenal menu lotis. Kumpulan potongan buah-buahan ini cukup menyegarkan saat disantap dengan sampal yang terbuat dari paduan utama gula jawa, terasi, cabe, dan garam. Sambal kental itu berwarna coklat dan menimbulkan sensasi manis pedas ketika menyentuh lidah. Ditambah kandungan air dari buah-buahan, menambah kenikmatan menyantap lotis. Buah yang dipakai seperti mentimun, nanas, jambu air, melon, dan sebagainya.

lotis pak karso

Barangkali antara satu penjual dengan lainnya hampir sama dalam menyediakan jenis buah untuk lotis. Hanya sambalnya yang mungkin berbeda dalam citarasa. Karena itulah, warung lotis Pak Karso mampu bertahan hampir setengah abad. Warung ini berdiri pada tahun 1966 yang sebelumnya berjualan dengan keliling kota. Pelanggannya dari rakyat jelata sampai mantan “orang nomor satu” di Indonesia.

Warung Lotis Pak Karso berlokasi di pinggir Jalan Kebangkitan, Solo. Anda bisa menemukannya di barat daya Stadion Sriwedari (Kini namanya Stadion Maladi). Karso adalah pendirinya. Kini warung tersebut diteruskan sang anak, Kirno, karena sang bapak sudah berusia 90 tahun.

Buah yang kami sajikan di sini adalah buah pilihan. Isinya juga komplit, ada juga potongan ubi ketelanya,” kata Kirno seperti dikutip Suara Merdeka CyberNews.

lotis pak karso

Kirno menjual seporsi lotis seharga Rp 8 ribu. Harga ini sedikit lebih mahal dari seporsi lotis pada umumnya di Solo saat ini, yang rata-rata dijual Rp 5 ribu per porsi. Ada harga, ada rupa. Sekali pun agak tinggi harganya, namun mampu menyedot penikmat lotis sampai ratusan orang per harinya. Kirno mengaku, setiap buka lapak, dia mampu menjual lebih kurang 100 porsi.

“Bumbu sambalnya juga biasa, sama seperti lotis kebanyakan. Hanya saja mungkin lebih kental, jadi banyak yang suka datang ke sini,” ungkapnya.

Kelezatan lotis Pak Karso sempat terdengar oleh keluarga Cendana. Pak Harto dan Ibu Tien punya rumah di daerah Kalitan, Solo. Mantan presiden RI era Orde Baru itu pun kepincut dengan lotis Pak Karso. Bahkan, kata Kirno, kalau Pak Harto dan Ibu Tien sedang singgah di Solo kerap menyempatkan untuk merasakan lotisnya melalui seorang utusan yang bertugas membeli. Termasuk pula, anak cucu Pak Harto masih kerap memesan sampai sekarang kalau sedang di Solo.

“Bu Tien selalu mengirim utusan ke sini khusus untuk membeli lotis kami,” ujar pria 50 tahun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda