Scroll to Top

Gregorio Manzano Hampir Dipecat, Rafael Benitez Siap Melatih Atletico Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 19 Dec 2011

Sepakbola memang kejam. Ketika Anda seorang pemain profesional dan bermain buruk, siap-siap saja menghuni bangku cadangan sepanjang musim. Lebih kejam lagi kalau Anda menjadi pelatih. Beberapa kekalahan beruntun sudah cukup membuat Anda angkat kopor dan membuat pelatih lain tersenyum karena lowongan terbuka lebar.

Rafa Benitez

Tidak percaya? inilah yang dirasakan oleh seorang Gregorio Manzano. Pendukung Rojiblancos, julukan Atletico Madrid, tak terima dengan keadaan tim di Liga Spanyol. Atletico Madrid boleh melenggang mulus di Europa League. Tapi, di kompetisi domestik, baik Primera Division, mereka bagaikan ayam sayur.

Terakhir, dalam laga di tengah terik matahari jam 12 siang, Atletico dipermalukan tim tamu Real Betis 0-2. Celakanya lagi, hingga laga sebelum menghadapi Atletico, Betis kalah 9 kali dalam 10 laga. Roque Santa Cruz dkk. baru mengembalikan momentum ketika menghajar Valencia 2-1.

Artinya, kekalahan menghadapi klub promosi sangat keterlaluan. Apalagi terjadi di Vicente Calderon. Kalau ketika menang melawan Rennes di Europa League saja Manzano disuruh angkat kaki, maka kekalahan kemarin Minggu adalah tanda Manzano benar-benar mesti menarik kopor dari markas rival sekota Real Madrid ini.

Jangan tanyakan pengganti. Banyak pelatih menganggur dan beberapa memiliki hubungan khusus dengan Atletico. Ada Radomir Antic yang membawa mereka juara Liga tahun 1996. Ada pula Diego Simeone, Luiz Felipe Scolari, dan terakhir, meski agak tidak mungkin, Luis Aragones.

Namun, nama yang paling digadang-gadang justru Rafael Benitez! Ya, mantan pelatih Internazionale yang gagal total di Italia ini tengah menganggur. Jaminan pernah membawa Valencia juara La Liga bisa menenangkan pendukung Rojiblancos yang haus gelar. Namun, masihkah Benitez sejaya dahulu?

Pelatih yang begitu gemilang dan mengalami tahun-tahun buruk, biasanya susah bangkit. Hector Cuper bisa menjadi bukti. Bahkan, Frank Rijkaard yang dianggap sebagai pelatih paling berjasa untuk generasi super Barcelona, sempat dipecat ketika melatih Galatasaray. Sekarang Rijkaard melatih Arab Saudi.

Maka, beranikah CEO Atletico Madrid, Gil Marin, mempertaruhkan nasib Rojiblancos pada Benitez sejak Januari tahun depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda