Scroll to Top

Steve Kean dan Owen Coyle: Menanti Surat PHK

By Wan Faizal / Published on Tuesday, 20 Dec 2011

Pressure! Itulah yang saat ini sedang dirasakan manajer Blackburn Rovers, Steve Kean, dan manajer Bolton Wanderers, Owen Coyle.

Apa pasal? Tengok saja posisi kedua tim saat ini di klasemen sementara Premier League 2011-2012. Diprediksi bisa tampil stabil di papan tengah, keduanya malah terperosok di papan bawah, Blackburn di posisi 19 serta Bolton tepat dibawahnya.

Bagi Blackburn, “prestasi” musim ini adalah lanjutan pencapaian musim lalu dimana mereka bisa lepas dari jeratan degradasi di pekan terakhir saat menang dramatis atas Wolverhampton Wanderers.

Catatan yang dimiliki Kean saat membesut Blackburn pun juga cukup mengenaskan. Menggantikan Sam Allardyce sejak 13 Desember 2010, persentase kemenangan yang diraih Blackburn dibawah Kean hanya 19,44% yang berasal dari 43 kali bertanding hanya mengemas 11 kemenangan, 11 hasil seri, dan 21 kali kalah.

Dan di musim ini, dari 16 kali bermain, Blackburn hanya bisa mengemas dua kemenangan, empat hasil imbang, dan sisanya berakhir dengan kekalahan. Sebuah aib tentunya bagi klub yang pernah menjuarai Premier League 1994-1995 di bawah asuhan Kenny Dalglish itu.

Selain itu, ketidakmampuan para pemain baru Blackburn untuk cepat beradaptasi dengan Premier League juga menjadi sebab kerapuhan klub yang bermarkas di Ewood Park itu. Para pemain baru musim ini seperti Radosav Petrovic dan Simon Vukcevic gagal beradaptasi dengan cepat. Begitu juga para pemain yang datang pertengahan musim lalu seperti Mauro Formica dan Ruben Rochina.

Maka tak salah jika fans The Rovers begitu semangatnya meminta Kean diganti dari kursi kepelatihan. Bahkan kemenangan 4-2 Blackburn atas Swansea City beberapa pekan lalu tetap tak menyurutkan semangat fans untuk menggoyang posisi Kean.

Dan anehnya, manajemen Blackburn di bawah Venky’s London Limited seperti tidak peka akan permintaan para fans. Entah atas dasar apa mereka terus mempertahankan pelatih berumur 44 tahun itu.

Coyle yang Tidak Beruntung

Di lain pihak, Owen Coyle juga merasa sedang sangat tertekan dengan apa yang dialaminya saat ini di Bolton. Berada di posisi juru kunci membuat tidur pelatih berusia 45 tahun itu tak nyenyak.

Apa yang dialami oleh Coyle sebenarnya bisa dibilang sebuah kesialan. Musim lalu prestasinya bersama Bolton bisa dibilang biasa-biasa saja, namun yang pasti lebih baik dari apa yang dicapai musim ini.

Sejak melatih Bolton pada 8 Januari 2010, persentase kemenangan Bolton dibawah asuhannya mencapai 32,95% dengan 29 kemenangan, 15 hasil seri, dan 44 kekalahan dari 88 pertandingan. Di musim ini, Bolton hanya bisa meraih tiga kemenangan dan 13 kekalahan dari 16 pertandingan.

Faktor cedera dan hengkangnya pemain andalan menjadi salah satu faktor penyebabnya. Matthew Taylor dan Johan Elmander pergi dari Stadion Reebok di awal musim ini. Padahal, keduanya termasuk pemain pilar Bolton musim lalu.

Lalu, cedera yang menimpa Stuart Holden serta Lee Chung Yong juga menjadi penyebab lain. Holden mengalami cedera sejak musim lalu, sementara Lee mengalami patah kaki saat Bolton menjalani laga pra-musim.

Tanpa kehadiran mereka dan tidak memiliki pemain pengganti yang sepadan, performa The Trotters pun jeblok. Para pemain seperti Gary Cahill, Jussi Jaaskelainen, Kevin Davies, Mark Eagles, dan Fabrice Muamba pun tak mampu mengangkat performa Bolton.

Meski gaung permintaan Coyle untuk dipecat tak sekeras apa yang dialami Kean, namun jika ia tak bisa segera mengangkat Bolton dari jurang klasemen, bisa dipastikan Coyle akan menyusul Steve Bruce yang dipecat dari kursi kepelatihan Sunderland.

Dan sepertinya periode Natal ini akan menjadi penentuan bagi nasib Kean dan Coyle. Jika bisa membawa tim bermain baik dan meraih kemenangan, posisi mereka bisa aman. Dan jika sebaliknya, siap-siap saja untuk menerima surat PHK dari manajemen klub masing-masing.

We’ll see…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda