Scroll to Top

Pasha Ungu Dituding Gunakan Uang Rakyat Untuk Mengontrak Rumah Seharga Rp 1 Milyar per Bulan

By Tyas / Published on Thursday, 12 Jan 2017

Pasha Ungu

Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang lebih dikenal dengan nama Pasha Ungu saat ini tengah menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah. Belakangan kabar tak sedap menghampirinya. Pasha dituding telah menggunakan uang rakyat untuk menyewa sebuah rumah kontrakan mewah yang biaya sewa per bulannya mencapai Rp 1 Milyar. Benarkah?

Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Palu, Ridwan H Basatu mengatakan jika pemerintah Kota Palu telah menganggarkan APBD 2017 salah satunya untuk membayar biaya sewa rumah kontrakan Pasha senilai Rp 1 milyar. Hal itu dikatakan Ridwan adalah aksi buang – buang uang untuk hal yang tidak perlu mengingat Pasha sudah disediakan rumah dinas.

“Pemerintah Kota Palu jangan membayar kontrakan pribadi Sigit Purnomo Said yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, di kompleks hunian elit Citra Land di kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore,” ungkap Ridwan dikutip Kapanlagi (12/1).

Sementara Pasha yang mendengar pemberitaan tersebut berang. Ia merasa tidak menggunakan uang rakyat untuk menyewa rumah kontrakan yang menurutnya biaya per bulannya hanya Rp 60 juta.

“Informasi ini ngaco. Kontrakan apa yang sebesar Rp1 miliar, datanya darimana? Kalau mau memberi informasi kepada masyarakat itu harus akurat. Kalau dikatakan ada anggaran di tahun 2017, silahkan cek saja. Ini ngarang dan tidak berkualitas,” bantah Pasha dikutip Tirto (11/1).

Pasha membenarkan jika di awal menempati rumah itu, ada anggaran yang digunakan untuk membeli perabotan rumah tangga. Tetapi nilainya tidak terlalu besar.

“Memang ada pembelian televisi, lemari dan alat kelengkapan rumah tangga lainnya yang nilainya tidak sampai Rp50 juta,” jelasnya.

Rumah dinas yang disediakan untuknya saat ini ditempati oleh Dinas Pertanian. Karena itulah, Pasha terpaksa mengontrak sendiri.

“Tapi kalaupun belum ada rumah jabatan, maka pemerintah wajib menyediakannya apakah dengan membeli atau mengontrak. Saya berharap DPRD dapat sejalan dengan pemerintah, bukan menjadi musuh, karena kita pada dasarnya sama, dipilih oleh rakyat.” tandasnya.

Komentar Anda