Scroll to Top

Andik Vermansyah Tuntaskan “Dendam” Atas Kiper Malaysia, Khairul Fahmi Che Mat

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 30 Dec 2011

Rabu lalu, Persebaya sukses menggondol Unity Cup 2011 dengan menekuk Kelantan FA lewat agregat 4-3. Bermain imbang 1-1 di leg pertama, Bajul Ijo menang 3-2 ketika laga digelar di Surabaya.

Andik Vermansyah

Laga itu sendiri kembali menjadi bukti ketangguhan seorang Andik Vermansyah. Seolah menyadari ketertarikan dua klub elite Portugal, Andik tahu betul bagaimana cara mengangkasakan namanya. 1 Gol dan 2 assist dilepaskannya dalam laga tersebut.

Tak ayal lagi, penampilan ciamik Andik mengundang decak kagum banyak orang.  Seperti yang dirilis beritajatim.com, Peter Butler angkat jempol pada aksi pemain mungil itu mengobrak-abrik pertahanan timnya.

“Andik bermain bagus. Sebenarnya saya sudah tahu dua pemain dari Persebaya, Andik dan Gunawan. Mereka pemain bagus.”

Di balik kemenangan Persebaya dan keberhasilan Andik, ada “dendam” yang sudah dibayar lunas oleh gelandang serang mungil ini.

Untuk pertama kalinya, ia mampu membobol gawang Khairul Fahmi.

Ya, sebelum laga digelar, Andik memang berkata, “Saya belum pernah cetak gol ke gawangnya. Untuk hari ini Insya Allah, saya akan berusaha.”

Sebenarnya, jika keadaan “normal”, Andik sudah empat kali bertemu dengan sang penjaga gawang timnas Malaysia itu.

Peluang pertama, terjadi pada laga babak penyisihan SEA Games 2011. Kala itu, Indonesia bertemu Malaysia dalam laga penentuan juara grup. Sayang, Andik tak bisa memanfaatkan kesempatan itu. Coach Rahmad Darmawan menyimpannya di bangku cadangan, dan Indonesia kalah 0-1.

Peluang kedua tercipta di Final SEA Games 2011. Kali ini, Andik menjajal kesaktian kiper berusia 22 tahun tersebut. Sayang, gelandang serang yang dilirik Novara ini tak bisa membobol gawang Fahmi. Ia ditarik keluar dan digantikan oleh Ferdinand Sinaga di menit 64. Indonesia akhirnya kalah 3-4 dalam adu penalti dan gagal menuntaskan kerinduan akan emas SEA Games. Ferdinand Sinaga menjadi algojo terakhir Indonesia, dan ia gagal mengeksekusi penalti.

Peluang ketiga, muncul dalam laga pertama Persebaya ketika dijamu Kelantan FA. Namun, kali ini giliran Fahmi yang absen. Posisi penjaga gawang diberikan kepada M Syazwan Yusof. Dalam laga itu, Andik sukses mencetak gol di menit 84.

Barulah pada kesempatan keempat atau pertemuan kedua Andik-Fahmi, dendam tersebut tertuntaskan. Keduanya sama-sama tampil 90 menit, dan Andik mengemas gol di menit 15.

Pada akhirnya, skor seri 1-1. Andik “tumpul” di final SEA Games, dan Fahmi terbobol di leg kedua final Unity Cup 2011. Perlu tambahan satu laga lagi untuk menentukan siapa yang lebih ampuh?

(Beritajatim.com/ Inilah.com/ Ligaprimaindonesia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda