Scroll to Top

Mesut Ozil Terperangkap Kutukan Nomor 10 Real Madrid?

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 31 Dec 2011

Penampilan angin-anginan Mesut Ozil hingga pertengahan musim ini layak membuat kita bertanya-tanya. Adakah kutukan nomor 10 di kubu Los Blancos? Maklum, dalam tujuh tahun terakhir, semua pemain bernomor punggung spesial itu seolah senantiasa sial dan tak mampu mencukupi ekspektasi publik Santiago Bernabeu.

Madrid 10

Kejadian ini diawali dari keputusan Luis Figo meninggalkan Real Madrid pada 2005. Ia menjadi nomor 10 terakhir yang layak menyandang angka keramat itu.

Bersama Los Blancos, Figo memenangi 2 gelar La Liga, 2 Piala Super Spanyol, 1 gelar Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, dan 1 Piala Interkontinental (sekarang Piala Dunia Antar Klub). Tidak hanya memenangi sekian gelar, Figo memberikan kontribusi luar biasa bagi Real Madrid dalam 5 tahun merumput di Santiago Bernabeu.

Pasca Figo hijrah, nomor 10 pindah ke sosok Robinho. Pemain internasional Brazil terkenal dengan skill individu mumpuni dan keahlian mengoyak sisi kiri pertahanan lawan. Ia memang ikut membantu Real Madrid meraih 2 gelar Liga Spanyol dan 2 Piala Super Spanyol.

Namun, secara keseluruhan, Robinho gagal memenuhi harapan publik Santiago Bernabeu. Ia sempat dijadikan umpan barter untuk Cristiano Ronaldo. Hingga akhirnya, mendarat dan kembali gagal ketika berkostum Manchester City.

SneijderRobinho melenggang, kutukan menimpa penerusnya, Wesley Sneijder. Semestinya, ia tidak kekurangan apa pun untuk menjadi degup jantung sebuah tim.

Ketika memakai kostum bernomor 23 pada musim sebelumnya, Sneijder lumayan apik dengan 9 gol dan 7 assist.

Namun, ketika berganti nomor 10, status bangku cadangan dan penampilan buruk melekat pada gelandang Belanda ini. Akhirnya, Sneijder pindah ke Internazionale dan justru gemilang dengan nomor 10-nya.

LassNama berikut yang memakai nomor 10 di kubu Real Madrid adalah Lassana Diarra atau Lass. Kali ini, nomor 10 datang sendiri tanpa diminta.

CR9 tidak mau berubah menjadi CR10. Ia memakai nomor 7 yang ditinggalkan Raul Gonzales dan membuktikan hoki angka 7 berlanjut.

Kaka yang berpeluang memakai nomor keramat, tetap berkutat pada angka 8. Karim Benzema juga mengenakan nomor 11.

Lass pun mengisi kekosongan ini. Ia yang sebelumnya bernomor punggung 6, tak kuasa melanjutkan kutukan angka 10 di Real Madrid. Di posisi gelandang bertahan, sudah ada nama Mahamadou Diara, Xabi Alonso, dan Sami Khedira. Kelak, ketika Diarra pergi, Lass bergantian dengan Khedira menemani Alonso di posisi jangkar Real Madrid.

Kini, nomor 10 tak lagi disandang Lass. Ia mendapatkan kostum bernomor 24. Namun, Ozil yang mewarisi nomor keramat, lagi-lagi melanjutkan tradisi buruk pemegang nomor ini.

Musim lalu, dengan nomor 23, Ozil begitu berjaya dan menjadi salah satu pembelian terbaik Real Madrid. Tapi, musim ini ia jauh melempem.

Bahkan, akhir tahun 2011 dilaluinya di bangku cadangan sekaligus dihadapinya dengan ancaman Jose Mourinho.

The Special One berkata, “Tingkatkan kemampuanmu atau kau akan kehilangan posisi utama.”

Apakah Ozil perlu berganti nomor dahulu agar bisa kembali tampil memukau? Ataukah ini memang saatnya anak muda Jerman kembali ke negeri asal?

(Marca/Wikipedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda