Scroll to Top

David De Gea: Masalah Utama Man. United?

By Wan Faizal / Published on Monday, 02 Jan 2012

Harapan besar langsung terpatri di pundak David De Gea ketika ia resmi berseragam Manchester United awal musim ini. Berstatuskan sebagai salah satu kiper muda terbaik, De Gea didatangkan United dari Atletico Madrid dengan banderol 18,9 juta pounds.

Namun apa yang terjadi kemudian? Di partai FA Community Shield, De Gea gagal mengamankan tendangan keras Edin Dzeko yang tepat mengarah padanya. Meski pada akhirnya United menang, De Gea tetap menjadi sorotan utama di partai itu.

Kejadian serupa terulang seminggu kemudian di pertandingan pembuka Premier League. Bertandang ke markas West Bromwich Albion, De Gea juga gagal menangkap, atau setidaknya menepis, tendangan lemah Shane Long.

Dalam beberapa pertandingan berikutnya, penampilan De Gea mampu berkembang. Ia membantu timnya mengalahkan Newcastle United, Arsenal, Bolton Wanderers, Chelsea, serta menahan imbang Stoke City. Bahkan di laga melawan Stoke, De Gea mampu tampil luar biasa.

Setelahnya, De Gea kembali melempem. Melawan Manchester City, gawangnya harus jebol sebanyak enam kali! Meski semua gol itu tidak terjadi karena kesalahannya.

De Gea kembali melakukan error saat United bertanding melawan Benfica di ajang Liga Champions. Andai ia lebih jeli menempatkan posisi, gol Pablo Aimar mungkin bisa dihindari. Sebuah gol yang mempersulit langkah The Red Devils untuk maju ke fase selanjutnya.

Di pertandingan menentukan melawan Basel, De Gea juga gagal membuang jauh umpan crossing Xherdan Shaqiri sehingga membuat Marco Streller mampu menjebol gawangnya.

Dan yang paling aktual di pertandingan melawan Blackburn Rovers di akhir tahun 2011 kemarin. Maju untuk menyongsong sepak pojok Gamst Pedersen, De Gea justru kalah duel dengan Grant Hanley yang kemudian mampu memastikan kemenangan Blackburn di Old  Trafford.

Peluang Anders Lindegaard

Berbagai kesalahan yang dilakukan De Gea itu tentu membuat Sir Alex Ferguson harus berpikir ulang tentang status kiper utama United. Karena di bangku cadangan masih terdapat nama Anders Lindegaard.

Musim ini Lindegaard memang baru dimainkan di tujuh pertandingan United dimana ia hanya kebobolan satu gol. Jika dirata-rata, maka Lindegaard hanya kebobolan 0,14 gol per laga dan melakukan sekitar 13 kali penyelamatan.

Bandingkan dengan De Gea yang gawangnya kebobolan 26 gol dari 19 pertandingan yang ia lakoni di semua ajang yang diikuti United musim ini. Itu berarti kiper asal Spanyol itu harus kebobolan 1,36 gol per laga.

Maka, bisa jadi jika performa De Gea terus-menerus mengecewakan, Lindegaard lah yang dipercaya Fergie untuk mengawal gawang timnnya.

Meski begitu, dukungan bagi De Gea tetap mengalir dari para pemain United. Seperti yang diutarakan oleh Wayne Rooney.

“Ia masih muda dan mungkin masih harus banyak belajar. Ia berlatih keras saat latihan dan juga memiliki karakter yang kuat. Blunder saat melawan West Brom dan kekalahan dari City sama sekali tak mempengaruhinya. Ia tetap berlatih keras keesokan harinya,” puji Rooney.

So, come on David!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda