Scroll to Top

Serie-A: Ketika Pemain Tak Peduli Lagi dengan Rivalitas Antar Klub

By Wan Faizal / Published on Tuesday, 03 Jan 2012

Di sepakbola, adalah maklum ketika seorang pemain, baik pemain biasa maupun pemain berstatus bintang, enggan untuk pindah ke klub yang menjadi rival klubnya saat ini.

Sebab utamanya adalah karena keinginan sang pemain sendiri yang sadar dengan rivalitas antar klub. Pemain tersebut tentu tak ingin menjadi enemy number one fans klubnya saat ini hanya karena pindah ke klub rival.

Namun hal itu sepertinya tak sepenuhnya terjadi di Serie-A Italia. Banyak pemain bintang yang sebelumnya bermain di klub besar, pindah ke klub lain yang merupakan rival dari klub lamanya.

Siapa tak kenal Andrea Pirlo? Pemain yang cakap mengatur irama permainan timnya itu merupakan pemain andalan AC Milan sejak musim 2001 hingga 2011. Namun kedatangan Massimiliano Allegri membuat ia tak mendapat tempat di tim utama Milan lagi.

Ironisnya, ketika memutuskan pergi, Pirlo justru memilih Juventus sebagai pelabuhan barunya. Selama ini Milan dan Juve sering terlibat dalam perburuan gelar juara. Sehingga pertemuan diantara keduanya sering panas.

Namun tahu kah Anda klub mana yang dibela Pirlo sebelum Milan? Inter Milan. Ya, Inter adalah klub Pirlo sebelum ia memilih hijrah ke Milan, yang notabene adalah rival sekota. Ia hanya bermain tiga musim di Inter, itu pun lebih sering dipinjamkan ke klub lain.

Sama saja dengan Zlatan Ibrahimovic. Pemain yang selalu memberikan gelar juara liga pada setiap klub yang dibelanya itu tercatat pernah bermain bagi tiga klub besar Serie-A.

Awal kedatangannnya di Italia, Ibra memilih Juve sebagai klubnya. Dan ketika Juve diputuskan terdegradasi karena Calciopoli, Ibra malah memilih Inter. Seperti diketahui, pertemuan Juve dengan Inter selalu sengit. Julukan Derby d’Italia ketika kedua klub bertemu menggambarkan bagaimana persaingan ketika keduanya bertemu.

Sempat hijrah ke Barcelona, Ibra memilih “mudik” ke Italia. Kali ini pilihannya jatuh pada I Rossoneri yang dibelanya hingga kini.

Alberto Aquilani yang merupakan pemain jebolan akademi AS Roma juga sama saja. Berada di tim utama Roma sejak musim 2002, Aquilani memutuskan hijrah ke Liverpool di awal musim 2009.

Tak berkembang di Inggris, Liverpool meminjamkan Aquilani ke Juventus selama musim 2010-2011. Namun, belum juga ia merasakan musim 2011-2012 bersama The Reds, ia sudah dipinjamkan lagi. Kali ini Milan tujuannya.

Selain ketiga nama tersebut, masih ada banyak lagi pemain berstatus bintang yang seolah tak peduli dengan sejarah rivalitas antara klub lama dan klub barunya.

Contohnya seperti Clarence Seedorf (Inter 1999-2002, Milan 2002-sekarang), Mirko Vucinic (Roma 2006-2011, Juve 2011-sekarang), dan Hernan Crespo (Lazio 2000-2002, Milan 2004-2005, Inter 2002-2003 dan 2008-2009).

Selain itu masih ada nama lain seperti Cristian Chivu, Walter Samuel, Dejan Stankovic, Alessandro Nesta, Stephan Lichtsteiner, Mauro Zarate, dan masih banyak lagi.

Namun dari semua nama tersebut, yang “terparah” mungkin adalah Marco Borriello. Berstatuskan pemain didikan Milan, Borriello tercatat pernah membela Genoa, Sampdoria, Roma, dan yang terakhir ia dipinjamkan ke Juventus awal tahun ini. Patut dicatat, meski Genoa dan Sampdoria bukan klub besar, namun mereka adalah klub sekota dimana persaingan panas selalu terjadi ketika keduanya bersua.

Satu lagi yang menarik, jika perpindahan pemain dari Inter ke Milan, Inter ke Juve, Inter ke Lazio, Milan ke Juve, Milan ke Lazio, dan Juve ke Lazio dan sebaliknya sudah biasa terjadi, hal itu ternyata tak mempengaruhi para pemain Roma dan Lazio untuk berpindah kostum satu sama lain.

Alasannya simpel. Semua pecinta Serie-A tahu bagaimana panasnya persaingan antara dua klub ibukota tersebut. Dalam beberapa musim terakhir, setiap pertandingan Derby Della Capitale selesai, jarang terjadi acara jabat tangan. Bahkan sering terjadi adu mulut dan perkelahian antar pemain.

Kasus nyata bisa dilihat beberapa musim lalu. Kala itu, manajemen Roma berniat memboyong Crespo untuk memperkuat sektor penyerangan Il Lupi. Namun apa yang terjadi? Fans Roma menolak rencana itu mentah-mentah hanya karena Crespo pernah bermain bagi Lazio.

Well, menarik dinanti siapakah yang akan menjadi penerus Borriello dkk di bursa transfer Januari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda