Scroll to Top

Lemak Jeroan Tingkatkan Risiko Kepikunan pada Wanita

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 04 Jan 2012

pikun

Anda penyuka masakan jeroan hewan? Waspadai otak Anda. Menurut Thomas van Himbergen dan tim penelitinya dari Pusat Penelitian Nutrisi Manusia Menyangkut Usia di Universitas Tuft, mengatakan, ada risiko penyakit demensia yang muncul dari konsumsi jeroan. Penyakit yang sering diidentikkan dengan kepikunan dan sulit berkonsentrasi ini terjadi akibat pengaruh hormon adiponectin.

Hubungannya dengan jeroan, hormon tersebut muncul dari lemak jeroan. Efek demensia dari adiponectin ini secara dominan lebih menyerang kepada wanita. Dari 840 orang yang dijadikan sampel, 541 orang adalah wanita. Dari sampel itu 159 orang mengalami demensia dan terjadi alzheimer sebanyak 125 kasus. Pengamatan dilakukan selama 13 tahun dari responden yang berusia sekitar 76 tahun itu.

Ciri orang yang terkena penyakit ini adalah sering bingung tanpa alasan, lamban merespon, bingung terhadap ruang dan waktu, sulit mengungkapkan sesuatu, atau bingung menulis. Orang yang kedapatan sering lupa taruh barang atau menjauhi orang sekitarnya, bisa jadi pertanda alzheimer.

Adiponectin jika jumlahnya semakin banyak, efek bagi perempuan untuk terkena demensia semakin besar. Peneliti sudah menyamakan faktor umum lain penyebab demensia di antara relawan. Seperti usia, berat badan, atau berkurangnya plasma asam docosahexaenoic. Hanya saja ketika diuji dari hormon adiponectin, saat kuantitasnya meninggi, berakibat terjadinya peningkatan risiko demensia pada wanita.

“Tanda dari insulin adalah ketidakfungsiannya pada otak pasien yang mengalami alzheimer. Karena adiponectin meningkatkan kesensitifan insulin, maka seorang penderita harus mendapatkan tindakan khusus guna mencegah penurunan kognitif,” tulis hasil penelitian itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda