Scroll to Top

Penjelasan LAPAN Tentang Radiasi Kosmik yang Diduga Berbahaya

By C Novita / Published on Friday, 19 May 2017

badai matahari

Pesan berantai tentang radiasi kosmik yang berbahaya bagi tubuh sempat bikin beberapa kalangan khawatir. Disebutkan dalam broadcast tersebut bahwa pada malam Kamis (18/5) bakal ada peningkatan jumlah radiasi kosmik tertinggi sehingga dihimbau peralatan elektronik dan gadget baiknya dimatikan.

Pada pesan tersebut juga dikatakan bahwa media luar negeri seperti BBC, Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, juga TV Singapura telah menyiarkan bahaya sinar radiasi kosmik, untuk meyakinkan pembaca pesan berantai.

Apa benar yang disebut bahwa sinar kosmik sedemikian berbahayanya? Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa kabar tersebut adalah hoax atau tak benar.

“Itu hoax lama yang didaur ulang. Kalau ada yang aneh-aneh patut diduga hoax. Buang saja,” jelasnya.

Beberapa tahun sebelumnya pesan berantai tersebut pun pernah beredar, dan telah diklarifikasi oleh lembaga yang berkompeten. Misalnya tahun 2011 serta 2016 lalu, yang juga masih mengangkat tentang bahaya radiasi sinar kosmik.

Himbauan masih sama, yakni mematikan ponsel, laptop, dan gadget lainnya dengan dalih jika radiasinya dapat memicu bahaya dan merusak peralatan yang mengandung listrik. Bahkan bisa meledak jika nekat menggunakan ponsel saat itu.

Pada penjelasannya, Thomas mengatakan bahwa radiasi sinar kosmik dari luar bumi memang selalu ada. Namun efeknya tidak terlalu berbahaya, bahkan sangat kecil dampaknya untuk kehidupan di bumi.

Dikutip dari laman Pyhslink.com, radiasi kosmik umumnya disebut radiasi dengan gelombang mikro kosmik. Terdapat energi foton di dalamnya namun kecil sekali.

Foton sendiri merupakan partikel elementer yang dapat membawa radiasi elektromagnetik misalnya cahaya, gelombang radio, dan Sinar X.

 

 

 

Komentar Anda