Scroll to Top

PSSI Menurunkan Timnas U-23 dalam Laga vs Bahrain

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 11 Jan 2012

Akhirnya, terjawab sudah siapa-siapa saja yang akan diturunkan dalam laga terakhir Indonesia menghadapi tuan rumah Bahrain di pertandingan terakhir Pra-Piala Dunia 2014. Bukan timnas senior yang ditampilkan, melainkan Garuda muda U-23. Tujuannya pun patut diacungi jempol, demi mematangkan mental para pemain muda kita.

Timnas U-23

Seperti yang dirilis TEMPO, Koordinator Tim Nasional, Bob Hippy menyatakan, “Kami memutuskan tim nasional U-23 yang maju karena kami ingin persiapan SEA Games 2013 mulai dari sekarang.”

Dengan keputusan ini, banyak pihak yang akan lega. Pertama, Indonesia tidak akan perlu kebingungan lagi menentukan pemain. Jika timnas senior yang dipilih, kebanyakan pemainnya berasal dari Indonesia Super League. Menurut FIFA, pemain yang berasal dari liga ilegal, tidak diperbolehkan memperkuat timnas.

Kedua, harapan melihat determinasi yang lebih tinggi. Sejauh ini, dalam lima laga Pra Piala Dunia 2014 di Grup E, Indonesia selalu kalah. Timnas senior dipecundangi Iran, Bahrain, dan Qatar di kandang sendiri.

Banyak yang menyebutkan, kekalahan ini disebabkan ketidaklihaian pelatih Wim Rijsbergen. Namun, lebih banyak yang menyoroti mental buruk para pemain timnas yang mudah keder sekali bertemu tim tangguh.

Dengan skuad yang masih “bayi”, diharapkan semangat membela tanah air akan semakin berlipat pula.

Jika dilihat, sebenarnya wacana ini tidak hanya dilakukan oleh Indonesia. Pelatih Fabio Capello sempat mendengungkan wacana menurunkan pemain muda untuk memperbaiki rekor timnas Inggris di putaran final kejuaraan Eropa atau Dunia.

Maklum, Capello menyorot, pemain-pemain berpengalaman yang terlalu banyak “kalah” atau tersingkir di Piala Dunia atau Euro, ternyata memiliki bibit mental yang buruk pula dalam laga timnas berikutnya.

Untuk laga vs Bahrain, tidak semua pemain timnas U-23 bisa diturunkan. Titus Bonai (Persipura), Okto Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrick Wanggai (Persidafon) misalnya. Ketiga pemain ini berada di ISL. Namun, PSSI mengaku cukup mudah mendapatkan pemain berkualitas di liga resmi Indonesian Premier League.

(TEMPO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda