Scroll to Top

Cristiano Ronaldo Sial Karena Lahir Di Era Lionel Messi Sang Alien

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 11 Feb 2018

Andai CR7 & Messi Lahir di Era Ronaldo, Belum Tentu Raih 5 Ballon d'Or

Cristiano Ronaldo memang sosok pemain luar biasa. Tetapi lahir di era yang sama dengan Lionel Messi membuatnya sedikit sial. Pasalnya, lawan yang dihadapi CR7 adalah alien. Demikian yang disampaikan winger PSG. Angel Di Maria jelang duel timnya kontra Real Madrid.

Ketika masih bergabung di Real Madrid, Angel Di Maria kerap mengeluarkan pernyataan bahwa pemain terbaik dunia adalah Cristiano Ronaldo. Maklum, ketika itu mereka ada di tim yang sama. Namun kini, setelah hijrah ke Manchester United, lalu PSG, Di Maria punya pendapat lain.

Pemain berjuluk El Fideo itu menyanjung Messi, sang kapten di timnas Argentina. Dikutip dari AS, Di Maria menuturkan, “Tidak ada kalimat untuk menggambarkan Leo. Dia selalu mengejutkan Anda.”

“Setahun berlalu, Messi adalah yang terbaik. Tahun berikutnya berlalu, dia masih yang terbaik. Dia adalah pemain yang berasal dari planet lain, makhluk luar angkasa!”

Menurut Di Maria, Cristiano Ronaldo yang sudah mendapatkan lima Ballon d’Or sepanjang karier, memang sosok yang mengagumkan. Sang bintang internasional Portugal mampu berdiri sejajar dengan Messi soal pencapaian gelar pribadi. Namun Di Maria tetap melihat level Ronaldo di bawah Messi.

La Liga Santander - Real Madrid vs FC Barcelona

“Cristiano Ronaldo adalah pemain yang luar biasa. Tetapi berada di era yang sama dengan Messi membuat segalanya jadi lebih sulit untuknya.”

Di Maria sendiri sadar, tantangan untuk Argentina di Piala Dunia 2018 begituberat. Setelah lolos di hari terakhir kualifikasi, Albiceleste juga dihantui kesialan dalam tiga turnamen internasional terakhir, kala mereka hanya bisa merutuki nasib jadi runner-up.

Tentang hal ini, Di Maria menuturkan, “Argentina berada di level yang sama dengan Jerman atau Spanyol dalam hal kualitas pemain dan ambisi tinggi.”

“(Terkait posisi di lapangan) Sampaoli ingin saya tetap dekat dengan Leo. Saya lebih memilih untuk mengirim assist daripada mencetak gol. Kami sudah mencapai tiga final (turnamen internasional) dan hanya gagal karena nasib buruk, bukan karena kurangnya komitmen.”

Komentar Anda