Scroll to Top

PSG Dipukul Madrid, Gabungan Kontroversi Wasit Dan ‘Mental Tempe’

By vratislav / Published on Thursday, 15 Feb 2018

PSG Dipukul Madrid, Gabungan Kontroversi Wasit Dan 'Mental Tempe'

PSG dipukul Real Madrid dengan skor 3-1 di Santiago Bernabeu pada Kamis (15/2). Padahal, klub Paris sempat memimpin lebih dahulu. Jika pelatih Unai Emery menyoroti kinerja wasit yang kontroversial, gelandang Adrien Rabiot mengkritik rekan setimnya yang bagai tak memiliki mental juara.

Dalam dua musim berbeda, PSG dipukul oleh dua tim Spanyol dengan cara yang mirip. Saat meladeni Barcelona tahun lalu, klub Paris sempat unggul agregat 5-3 hingga tujuh menit sebelum bubaran. Tetapi, Barca mencetak tiga gol dalam kurun waktu singkat dan membalikkan agregat jadi 5-6.

Kali ini, PSG belum tersingkir. Mereka baru bertarung di leg pertama babak 16 besar melawan sang juara bertahan Real Madrid. Namun kedudukan 1-1 yang mereka pegang, lepas ketika di menit 83 dan menit 86, Los Blancos mencetak dua gol penting yang membalikkan keadaan.

Pelatih Unai Emery lebih menyesalkan keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti atas pelanggaran Giovani Lo Celso terhadap Toni Kroos di ujung babak pertama. Sementara di paruh berikutnya, hand ball Sergio Ramos di kotak terlarang juga diabaikan Gianluca Rocchi.

Tentang hal ini, Emery menuturkan, “Saya merasa campur aduk. Kedudukan 1-1 memperkuat mereka (Madrid) pasca keputusan yang layak diperdebatkan oleh wasit (dengan memberi penalti kepada Madrid).”

“Detail kecil tidak membantu kami. Setelah itu, kami lebih baik dalam penguasaan bola dan ketika kami mengontrol, PSG selalu memiliki ambisi mencetak gol kedua. Keputusan wasit membuka peluang comeback (Madrid), dan dengan hal itu mereka (Madrid) membuat skor jadi 3-1.”

Hasil Liga Champion Tadi Malam Real Madrid vs PSG 3-1, Brace CR7 6

“Saya diberitahu ada kemungkinan handball Sergio Ramos. Saya tidak melihatnya, tapi mereka (tim PSG) meyakinkan hal itu terjadi. Jika Anda memberikan yang pertama (penalti untuk Madrid), harusnya yang kedua (handball Ramos) juga diberikan untuk PSG).”

“(Memutuskan penalti) adalah tugas Anda, dan jika itu memang penalti, Anda harus meniup peluit. Ini bukan pertanyaan pembenaran. Saya pikir, kami bisa bangkit jika keputusan wasit tidak berpihak (pada Madrid).”

Sementara itu, Adrien Rabiot menyesalkan kejadian kalahnya PSG, mirip seperti yang terjadi melawan Barcelona musim lalu. Katanya, “Saya kecewa. Kami memulai laga dengan menghasilkan performa yang dibutuhkan.”

“Kami selalu berkata hal yang sama, berbuat hal yang sama, dan pada akhirnya kami dilantaikan dengan cara yang sama pula (oleh Barca dan Madrid). Memang luar biasa mencetak delapan gol lawan Dijon, tapi dalam laga seperti inilah (16 besar Liga Champion) segalanya jadi lebih bernilai.”

“Ketika Anda memulai leg kedua dengan handicap seperti ini (tertinggal agregat 3-1) segalanya serba rumit.”

Komentar Anda