Scroll to Top

Partikel Mikroplastik di Air Mineral Bisa Picu Kanker?

By C Novita / Published on Saturday, 17 Mar 2018

air mineral kemasan

Adanya temuan partikel mikroplastik dalam air mineral botol plastik tentu mengejutkan konsumen. Apalagi brand ternama pun tak luput dari kondisi tersebut. Hasil studi yang dilakukan oleh peneliti State University of New York di Fredonia bersama jurnalisme Orb Media itu menyebut bahwa Aqua dan Nestle termasuk brand yang airnya mengandung mikroplastik.

Rata-rata terdapat 325 partikel plastik (mikroplastik) di dalam setiap liter air mineral kemasan. Yang jadi pertanyaan konsumen, apakah benar bahwa bahan tersebut bisa mengendap dalam tubuh dan memicu kanker?

Kepala Laboratorium Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung, Ir.Akhmad Zainal Abidin, M.Sc, Ph.D menjawab kekhawatiran tersebut.

“Dampak bagi kesehatan, kalau dari kita orang ahli plastik, plastik itu barang yang tidak bereaksi dengan yang lain,” jelas Zainal seperti dilansir laman VIVA, Jumat 16 Maret 2018.

Partikel plastik sendiri diketahui tidak larut dan bercampur dalam sel tubuh. Wadah minuman dari plastik masih cukup aman dipakai, selama tidak untuk air panas.

“Jadi walaupun plastik kecil itu kemakan, itu akan ke luar lagi. Enggak ada masalah, itu akan ke luar lagi bersama feses,” tambahnya.

Jenis yang disarankan untuk wadah minuman adalah plastik biodegredeble, sehingga tak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Memicu kanker?

Disisi lain, pakar toksikologi, Dr.rer.nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. mengungkap hal lain yang berseberangan.

Pada sebuah wawancara dengan TVOne, Jumat (16/3/2018) ia menyatakan bahwa mikroplastik bisa memicu bahaya jika mengendap dalam tubuh. Walau belum ada studi yang fokus menelusuri efek nanoplastik pada manusia, namun studi lain menyebut benda itu mencemari biota laut.

“Sejauh ini nanoplastik hanya mencemari biota laut seperti plankton dan zooplankton, sehingga menimbulkan kelainan biologis hewan laut,” kata dia.

“Yang dikhawatirkan adalah jika mikroplastik akan terdeposisi atau menempel pada jaringan lemak atau kelenjar limpa dan mengendap sehingga berdampak pada penyakit hormonal bahkan kanker,” ungkapnya.

 

 

 

 

Komentar Anda