Scroll to Top

Menang Dalam 9 Laga El Clasico, Pep Guardiola “Melebihi” Johan Cruyff

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 20 Jan 2012

Kemenangan Barcelona 1-2 atas Real Madrid di leg pertama perempat final Copa del Rey , mencatatkan rekor tersendiri bagi Josep Guardiola. Ya, dengan kemenangan itu, kini ia mengoleksi 9 kemenangan atas Real Madrid.

Pep-Guardiola-barcelona-1

Rekor ini dimulai sejak musim pertama Pep menangani Barcelona. 13 Desember 2008, di depan pendukung sendiri, Barcelona sukses menikam Real Madrid. Publik Camp Nou layak berterima kasih dengan Samuel Etoo dan Lionel Messi dengan dua gol mereka di menit-menit terakhir laga.

Hampir lima bulan kemudian, Real Madrid menjamu Barcelona di Santiago Bernabeu. Kali ini, Pep kembali menemukan sosok tim yang bisa digunakan mendulang poin. Barcelona menang 2-6 dan prestasi ini menjadi poin plus tersendiri bagi sang manajer baru yang meraih gelar La Liga di musim pertamanya.

Nyaris tiga tahun berlalu, torehan Barcelona era Pep semakin ganas. Musim 2009/2010, lagi-lagi mereka memenangi 2 laga El Clasico dalam 2 pertemuan musim tersebut, alias menang 100%. Barcelona unggul 1-0 di Camp Nou pada akhir tahun 2009, dan menang dengan margin lebih besar di Bernabeu 0-2.

Musim lalu, 2 kemenangan, 2 hasil seri, dan sekali kalah dari sang rival, mewarnai perjalanan Barcelona meraih gelar ganda. Boleh dibilang, hingga musim ini, musim 2010/2011 menjadi yang terbaik untuk El Clasico. Maklum Barcelona dan Real Madrid berjibaku hingga fase-fase terakhir di tiga kompetisi berbeda.

La Liga mungkin perkecualian. Namun, kemenangan di semifinal Liga Champions —satu tahap menjelang final— adalah hal yang memompa moral Barcelona; setelah mereka terdepak di final Copa del Rey oleh lawan yang sama.

Musim ini, 3 kemenangan dan sekali seri membuat Pep mencatat 9 kemenangan dari 3 versi Real Madrid. Ya, Pep dua kali menekuk Real Madrid era Juande Ramos (musim 2008/2009), dua kali pula mempermalukan Los Blancos era Manuel Pellegrini (musim 2009/2010). Dan ketika El Clasico sudah seperti jamur di musim penghujan, 5 kali membungkam Jose Mourinho.

Dengan catatan ini, Pep sejajar dengan Johan Cruyff yang dianggap sebagai pelatih terbesar Barcelona sepanjang masa. Cruyff juga mencatatkan 9 kemenangan atas Los Blancos. Bedanya, tentu rerata kemenangan.

Pep memenangi 9 dari 13 laga El Clasico. Artinya, peluang Guardiola menang mencapai 69,23%.

Sementara, Cruyff, meskipun sama-sama mengantongi 9 kemenangan, lebih banyak mengadu taktik di El Clasico dengan total 25 pertandingan. Rerata kemenangannya adalah 36%.

Belum lagi rekor lain. Pep lebih unggul urusan kemenangan berturut-turut atas Los Blancos. Hingga laga berdarah 5-0 pada musim lalu, Pep mencatat lima kemenangan beruntun dari Real Madrid. Lalu, berkat kemenangan 1-2 kemarin pagi, Barcelona juga sementara, menang 3 kali berturut-turut dari Los Blancos.

Di era Johan Cruyff —saat Pep bermain sebagai gelandang— kemenangan beruntun Barcelona cuma terjadi maksimal dua kali beruntun.

Bagi Barcelona, sehebat apa pun skuad yang mereka miliki, keberuntungan besar memiliki seorang Josep Guardiola. Dia datang dengan sedikit diremehkan, bertanding tanpa banyak bicara —termasuk menolak berkomentar pada keputusan wasit yang mencurangi Barcelona—-, dan meraih gelar demi gelar seperti anak kecil yang memunguti permen dari toples.

Daftar kemenangan Pep Guardiola di El Clasico

  1. Barcelona vs Real Madrid 2-0 (13 Desember 2008)
  2. Real Madrid vs Barcelona 2-6 (2 Mei 2009)
  3. Barcelona vs Real Madrid 1-0 (29 November 2009)
  4. Real Madrid vs Barcelona 0-2 (10 April 2010)
  5. Barcelona vs Real Madrid 5–0 (29 November 2010)
  6. Real Madrid vs Barcelona 0-2 (27 April 2011)
  7. Barcelona vs Real Madrid 3-2 (18 Agustus 2011)
  8. Real Madrid vs Barcelona 1-3 (11 Desember 2011)
  9. Real Madrid vs Barcelona 1-2 (19 Januari 2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda