Scroll to Top

Simak Efek Negatif Terlalu Banyak Makan Buah Alpukat

By C Novita / Published on Monday, 16 Jul 2018

buah-alpukat

Tak disangka, terlalu banyak mengonsumsi buah alpukat bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Tentu kita tak bisa selalu mengharapkan manfaat dari buah lezat itu terus, walau memang benar jika dimakan dalam jumlah ideal ia akan memberi kebaikan bagi mata, jantung, kulit, rambut dan organ tubuh lainnya.

Ada sisi negatif dari alpukat yang perlu diketahui, apabila seseorang over dosis memakannya. Perlu diketahui, kandungan lemak di dalamnya cukup tinggi, walau memang lemak tersebut digolongkan sebagai lemak baik.

“Pasien selalu saya ingatkan agar memakan lemak apapun secukupnya, termasuk lemak yang ada pada alpukat,” kata ahli kardiologi Dr Andrew Freeman seperti dilansir laman Daily Mail.

Dalam jumlah normal lemak alpukat baik bagi kesehatan. Namun jika berlebihan dikonsumsi orang dengan potensi penyakit jantung, itu bisa berbahaya.

Tak hanya lemak, buah alpukat juga sangat kaya kalori. Menurut ahli nutrisi Tammy Lakatos-Shame, dalam jumlah berlebih apapun bisa berbahaya walau sebenarnya menyehatkan.

Lemak baik dalam buah bermanfaat membantu tubuh untuk funsgi penyerapan beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, D, E dan K. Jadi jika seseorang mengonsumsi wortel dan alpukat, maka lemaknya membantu penyerapan vitamin A secara maksimal.

“Alpukat itu menyehatkan, namun porsinya tetap harus dikontrol,” kata Shame.

Jumlah kalori yang ada pada sebutir alpukat rata-rata sebanyak 322 kalori, dan 29 gram lemak serta 13 gram serat.

Jika mengacu pada kebutuhan harian orang dewasa, maka jumlah kalori dan lemak pada satu butir alpukat telah memenuhi seperempatnya.

Hal itu perlu diperhatikan, sebab seseorang tentu tak hanya makan alpukat dalam sehari. Mereka juga makan hidangan lain sehingga dikhawatirkan jumlah kalori serta lemak yang masuk dalam tubuh akan berlebihan.

Jumlah ideal konsumsi alpukat dalam sehari, menurut Shame, adalah seperlima dari satu buah saja atau sekitar satu ons.

 

Komentar Anda