Scroll to Top

Real Madrid Belum Tentu Tersingkir di Perempat Final Copa del Rey

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 24 Jan 2012

Kemenangan 1-2 di Santiago Bernabeu seolah sudah menapakkan kaki Barcelona di semifinal Copa del Rey. Kemungkinan, mereka akan menghadapi Valencia yang kemarin sukses melumat Levante 4-1 di leg pertema.

Real Madrid

Namun, belum tentu skenario di atas kertas bisa berjalan mulus. Real Madrid bisa menengok ke dalam sejarah di Copa del Rey.

Musim 1961/1962, Los Blancos datang ke Camp Nou dengan cara yang mirip. Mereka kalah 0-1 di kandang sendiri melalui gol Eulegio Martinez di menit 62.

Semestinya, Barcelona akan dengan mudah melenggang ke semifinal Piala Raja karena leg kedua digelar di kandang sendiri. Namun, apa boleh buat. Bermain dengan keadaan yang seolah menang, Barcelona justru dibekap dengan skor 1-3. Caranya pun cukup heroik.

Babak pertama, skor masih imbang 0-0. Namun, di 45 menit kedua, Real Madrid yang saat itu memang memiliki skuad luar biasa, mampu mencetak gol melalui Luis del Sol (menit 65) dan Ferenc Puskas (menit 83). Semangat Barcelona untuk lolos sempat hidup berkat gol Jesus Maria Pereda di menit 85.

5 menit berselang Francisco Gento, salah satu pemain terbanyak bermain di El Clasico, mencetak gol ketiga Real Madrid sekaligus merontokkan Barcelona.

Bahkan, perjalanan Real Madrid di Copa del Rey musim itu berjalan manis. Mereka menekuk Sevilla di partai final dengan skor 2-1.

Jika dilihat dalam sejarah El Clasico modern, kemenangan terakhir Real Madrid di Camp Nou sendiri terjadi pada 23 Desember 2007. Kala itu gol tunggal Julio Baptista sukses mengamankan perjalanan awal Los Blancos untuk menjuarai La Liga.

Sementara itu, dalam urusan Copa del Rey, kemenangan terakhir Los Blancos terjadi pada musim 1992/1993. Kala itu, skenario memang sedikit berbeda. Madrid ditahan imbang 1-1 di Santiago Bernabeu. Barcelona yang tinggal membutuhkan skor 0-0, justru kalah 1-2 di Camp Nou. Michel dan Ivan Zamorano sempat membawa Real Madrid unggul 0-2 sebelum Michael Laudrup memperkecil kedudukan.

Melihat sejarah, Real Madrid masih mungkin mengejar kekalahan 1-2 di leg pertama kemarin. Apalagi kemarin Sergio Ramos menyebutkan bahwa tidak ada perpecahan di kubunya; bertolak belakang dengan yang ramai diberitakan media massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda