Scroll to Top

Akankah Klan Portugal di Real Madrid Berakhir pada Juni 2012?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 24 Jan 2012

Kalau Anda melatih Real Madrid dan ingin mendapatkan ketenangan, Anda harus tampil menyerang. Kalau tidak, media-media pembela Los Blancos, bahkan bisa berubah menjadi pengkritik paling pedas sekaligus penyebar gosip paling spektakuler.

Pepe, Coentrao, Carvalho

Itulah yang sedang dirasakan oleh Jose Mourinho. Kalau harian Marca yang selama ini terang-terangan membela Real Madrid, menjadi salah satu media pertama yang membocorkan pertengkaran di sesi latihan mereka, bayangkan dengan media-media lain yang lebih netral.

AS, media kota Madrid, baru-baru ini merilis survey tentang kemungkinan hengkangnya Jose Mourinho di akhir musim. 61% responden meyakini, The Special One akan angkat kopor dari Santiago Bernabeu sebelum Euro 2012 bergulir.

Apa yang terjadi jika Mou hengkang? Jawabannya sedikit terdramatisasi mungkin. Namun, bisa jadi terjadi.

Jika The Special One pergi, bukan tidak mungkin klan Portugal yang selama ini melingkarinya akan pindah pula,

Nama pertama yang siap-siap mengikuti jejak Mou adalah Cristiano Ronaldo. Penyerang ini terlalu disorot oleh Madridistas akibat kegagalan demi kegagalannya mengantar kemenangan Real Madrid di El Clasico.

Ia bisa saja beralih ke Manchester City, yang konon dalam bursa transfer musim panas lalu siap mengucurkan dana 150 juta euro. Kalau City gagal menggandeng CR7, ada AC Milan. Silvio Berlusconi belakangan memiliki hubungan akrab dengan pacar Irina Shayk ini.

Nama trio bek Real Madrid, Pepe, Fabio Coentrao, dan Ricardo Carvalho, juga menyadari, ketika Mou pindah, tidak ada jaminan posisi nyaman yang selama ini diberikan, akan tetap bertahan.

Khusus Carvalho, usia tuanya adalah kendala besar.

Pepe, dengan aksi yang tidak simpatik, tetapi dibela Jose Mourinho, memiliki cacat tersendiri di mata pendukung El Real. Kemenangan di El Clasico adalah segalanya. Namun, bertindak tidak sportif dalam kekalahan yang didikte lawan, adalah hal lain yang tidak dapat ditoleransi.

Fabio Coentrao juga bisa bernasib serupa dengan dua seniornya.

Yang menarik, pusaran klan Portugal yang mungkin hengkang dari Real Madrid, bisa ditambah oleh Angel Di Maria. Ia mungkin bukan orang Portugal. Di Maria, si Argentina, bermain di Benfica sebelum pindah ke Los Blancos.

Di maria mungkin pula menjadi raja assist sepanjang musim ini. Namun, bukan rahasia lagi kalau Di Maria menjadi salah satu pemain pertama yang dibeli Real Madrid di era Jose Mourinho.

El Clasico pertengahan pekan ini menjadi kunci bertahannya klan Portugal di Real Madrid atau tidak. Bagaimana cara bermain Los Blancos, apakah mereka menderita kekalahan, dan apa yang terjadi di sesi latihan pertama pasca El Clasico, bisa mengubah dunia Real Madrid musim depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda