Scroll to Top

Duet Playmaker Mesut Ozil-Kaka Senjata Rahasia Jose Mourinho di El Clasico

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 25 Jan 2012

Lupakan sikap pragmatis. Jose Mourinho harus mengubah gaya permainan Los Blancos. Bermain dengan tiga gelandang  bertahan mungkin bisa mengimbangi lini tengah Barcelona. Namun, keadaan ini hanya bisa terjadi jika keadaan masih imbang.

kaka-mesut-ozil

Ketika bertandang ke Camp Nou yang angker, dengan keadaan tertinggal 1-2, yang dibutuhkan Real Madrid adalah menyerang dan terus menyerang. Kalau perlu, The Special One bisa memakai strategi yang sama saat menggulung Athletic Bilbao: memainkan duet Mesut Ozil-Ricardo Kaka.

Ya, cederanya Angel Di Maria menjadi berkah tersendiri bagi Jose Mourinho. Ia bisa memakai duet playmaker Jerman-Brazil di laga pekan ke-19 La Liga kemarin.

Sejak akhir musim lalu, Los Blancos memang tak terlalu sering memakai jasa duo Ozil-Kaka. Namun, bukan berarti mereka tidak efektif. Dalam sembilan pertandingan ketika Ozil-Kaka dimainkan, Madrid mencatatkan rekor 7 kali menang dan cuma dua kali seri.

Khusus musim ini, duet Ozil-Kaka sudah bermain sejak awal dalam 4 pertandingan, tiga di antaranya di Liga Champions. Semuanya dilalui dengan kemenangan. Rekornya pun cukup spektakuler. Ketika Ozil-Kaka dimainkan, Madrid mampu mencetak 15 gol dan cuma terbobol 2 kali.

Pertandingan melawan Athletic Bilbao kemarin juga menjadi bukti seberapa hebat kualitas kedua pemain ini. Selama 79 menit (Kaka digantikan Jose Callejon di menit 79) Ozil-Kaka bahu-membahu menggempur pertahanan lawan. Kualitas Ozil dipadukan dengan pengalaman bermain Kaka. Keduanya juga memiliki visi bermain yang apik.

El Clasico kelak adalah ancaman Real Madrid. Klub tak boleh lagi terpecah dan yang pasti tak boleh kalah. Kemenangan 1-3 adalah target utama.

Meskipun Jose Mourinho selalu menyebutkan bahwa Copa del Rey hanyalah prioritas ketiga musim ini, Anda tidak akan bisa membayangkan raut muka Madridistas jika tim kesayangan menderita kekalahan keempat dalam empat pertemuan terakhir menghadapi Barcelona.

Dengan tajuk laga yang bagaikan misi paling mustahil, formasi paling mustahil pula yang harus dijabarkan Jose Mourinho. Ia harus keluar dari pakem konsep sepakbolanya selama ini: formasi yang disebut oleh media Spanyol sebagai 8-1-1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda