Scroll to Top

Djibril Cisse Tak Menyesal Ke Lazio

By Aditya / Published on Wednesday, 25 Jan 2012

Djibril Cisse, Lazio

Djibril Cisse menyatakan tidak menyesal pindah ke Lazio meskipun tidak kunjung menemukan performa terbaiknya. Di klub ibukota Italia itu, penampilan penyerang asal Prancis ini berbanding terbalik dengan aksi memukaunya semasa masih membela klub Yunani, Panathinaikos.

Di Panathinaikos, Djibril Cisse mencetak 47 gol dari 61 penampilan dan berhasil membawa timnya menjadi kampiun Liga Yunani. Sejak direkrut oleh Lazio pada awal musim lalu, penyerang bernama lengkap Djibril Aruun Cisse ini baru menceploskan sebiji gol dari 15 penampilannya.

“Panathinaikos akan selalu berada di hati saya, tetapi saya tidak memiliki penyesalan hengkang (ke Lazio) dari sana pada musim panas kemarin. Setelah memenangi liga, saya butuh ujian di level yang lebih tinggi,” ujar Djibril Cisse belum lama ini seperti dikutip BolaNet, Rabu (25/1), dari RMS.

Kendati masih berupaya memperbaiki penampilan dan beradaptasi dengan atmosfir sepakbola Italia, Djibril Cisse mengaku bahagia di Lazio. Ia pun menyatakan senang bermukim di Kota Roma yang merupakan salah satu kota terbaik di dunia.

”Saya bahagia di sini karena saya tinggal di kota yang luar biasa dan saya bermain untuk klub yang luar biasa,” terang pemilik 41 caps untuk timnas Prancis ini.

Soal capaian golnya yang belum seberapa, mantan penyerang Marseille, Liverpool, dan Sunderland ini akan berjuang lebih keras lagi. Djibril Cisse merasa butuh waktu yang lebih lama lagi dan ingin diberi kesempatan lebih dari sekadar pemain yang bangkit dari bangku cadangan.

”Gol saya yang sedikit? Memang ini sedikit sulit tetapi saya akan terus berjuang dan sungguh sulit untuk menunjukkan kemampuan Anda, apabila hanya diberi kesempatan selama 15 atau 20 menit. Situasi ini akan datang ketika Anda berganti klub. Anda membutuhkan waktu untuk mencatatkan nama anda dan mengenal rekan-rekan Anda,” kilah Djibril Cisse.

Kompetisi Seri A bagi seorang striker seperti Djibril Cisse memang agak sedikit lebih sukar, tidak seperti yang dialaminya semasa main di Prancis, Inggris, maupun Yunani.

“Serie A juga sangat taktis. Saya terbiasa menggunakan ruang kosong yang luas di depan saya, tetapi di sini lebih sulit,” keluhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda