Scroll to Top

Villarreal vs Barcelona 0-0: Semakin Jauh dari Gelar Juara La Liga

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 29 Jan 2012

Real Madrid dan Barcelona sama-sama kambuh penyakitnya di laga pekan ini. Los Blancos kembali pada takdir lebih banyak mencetak gol di babak kedua. Namun, pasukan Jose Mourinho memiliki spirit tambahan untuk membuat penyakit mereka tetap menghasilkan 3 angka.

Villarreal vs Barcelona 0-0 (1)

Sementara itu, pasukan Pep Guardiola, memiliki kebiasaan buruk memetik 1 angka di laga tandang. Awalnya, kebiasaan ini sempat hilang berkat hattrick Messi ke gawang Malaga dalam kemenangan besar 1-4 pekan lalu. Namun kini, di hadapan Villarreal yang masih bergelut untuk lolos dari zona degradasi, hasilnya nihil.

Pep Guardiola mencoba memasang Adriano di posisi penyerang sayap kiri dalam laga ini. Selain itu, pelatih terbaik 2011 juga memainkan dua gelandang bertahan, javier Mascherano dan Sergio Busquets. Selebihnya, formasi Barcelona tetap menjanjikan gebrakan demi gebrakan penghasil gol.

Namun, kenyataan di lapangan tidak demikian. Babak pertama, permainan Barcelona cukup miskin. Bukan berarti mereka tidak menghasilkan peluang. Bola chip Lionel Messi di menit 17 nyaris membuahkan gol pembuka.

Tapi, secara keseluruhan, di 45 menit pertama, gaya menyerang dengan aliran bola yang begitu deras, tak terlalu terlihat. Bahkan, Villarreal nyaris unggul lewat tembakan Marcos Senna yang membutuhkan penyelamatan gemilang Victor Valdes.

Villarreal vs Barcelona 0-0

Keadaan di babak kedua banyak berubah. Barcelona mulai tampil seperti biasa. Mereka memenangi ball possessions lebih dari 60%. Namun, hal ini kurang berpengaruh dengan penyelesaian akhir di depan gawang Diego Lopez.

Josep Guardiola bukannya tak mencoba alternatif. Cristian Tello dimasukkan untuk mengganti peran Adriano. Sementara, Gerard Pique dicopot demi Alexis Sanchez. Artinya, Javier Mascherano ditarik menjadi bek tengah. Namun, perubahan ini tidak cukup menghasilkan gol.

Ketajaman lini depan Barcelona seolah menguap habis di El Madrigal. Akibatnya, raihan satu angka tak terhindarkan lagi. Hasil seri kelima dalam 10 laga tandang jelas bukan hal baik untuk sang juara bertahan jika ingin terus menguntit sang rival abadi, Real Madrid.

7 angka adalah defisit yang sangat lebar. Bahkan meski Barcelona memiliki kebanggaan untuk membekap Real Madrid di El Clasico April mendatang.

Villarreal: Diego Lopez; Mateo Musacchio, Gonzalo, Joan Oriol, Ángel López; Bruno, Marcos Senna; Borja Valero, Cani (Gonzalo Castellani ’72), Joselu; Marco Rubén (Camunas ’82)

Barcelona: Victor Valdés; Dani Alves, Gerard Piqué (Alexis Sanchez ’60), Carles Puyol, Eric Abidal; Sergio Busquets, Javier Mascherano, Xavi (Thiago ’76); Adriano (Cristian Tello ’76) Lionel Messi, Cesc Fábregas

Villarreal Barcelona
5(2) Tembakan (Tembakan ke Gawang) 10(4)
22 Pelanggaran 13
1 Tendangan Sudut 6
5 Offsides 2
34% Ball Possessions 66%
5 Kartu Kuning 3
0 Kartu Merah 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda