Scroll to Top

Kini Google Akan Sensor Blogger-nya Di Negara Tertentu

By Aisyah Indarsari / Published on Wednesday, 01 Feb 2012

Bagi Anda para blogger mania, kebijakan baru yang diterapkan Google ini sedikit banyak mungkin akan berpengaruh pada trafik blog Anda.

Entah itu berpengaruh positif, ataupun negatif, ada baiknya jika Anda menyimak informasi berikut.

Setelah Twitter memberlakukan kebijakan sensor tweet nya, Google tampaknya memiliki trik tersendiri dalam menghadapi sensor konten universal.

Anda mungkin sudah terbiasa menemukan, ketika Anda mencoba untuk mengakses Google.com, namun yang muncul justru situs Google.co.id, bukan?

Nah, dalam beberapa waktu kedepan, situs Blogger milik Google, akan mulai mengarahkan penggunanya kepada situs blog sesuai dengan negara pengguna masing-masing, berikut seperti yang diberitakan Mashable.

Pengguna yang mencoba mengakses situs blog asing (diluar negara asalnya), mereka akan diarahkan ke situs-situs blog yang memiliki domain sesuai dengan negara asal mereka.

Pengalihan Blogger

“Dalam beberapa minggu kedepan, Anda mungkin menemukan bahwa URL blog yang Anda baca telah diarahkan ke country-code top level domain, atau “ccTLD”. Sebagai contoh, jika Anda berada di Australia dan sedang mengakses [namablog].blogspot.com, Anda mungkin diarahkan ke [namablog].blogspot.com.au. Sebuah ccTLD, jika muncul, terhubung dengan negara dimana pembaca saat itu berada”.

Solusinya, jika Anda ingin mengunjungi situs blog yang tidak terpengaruh ccTLD tadi, Anda dapat mengakses ke google.com/ncr (NCR adalah singkatan dari “no country redirect”).

Kode ini menempatkan sebuah cookie temporer yang sementara dapat mencegah pengalihan situs secara geografis.

Bagi Anda yang menjalankan situs blog berbasis nasional, tentu saja hal ini bisa membantu meningkatkan trafik situs Anda.

Karena beberapa pengguna yang mencoba mengakses konten serupa, dengan alamat domain luar negeri, mungkin justru akan diarahkan ke situs Anda.

Akan tetapi jika situs blog Anda berskala internasional, tampaknya hal ini akan jadi hambatan, karena besar kemungkinan situs Anda akan terhambat aksesnya oleh pengguna di luar negeri.

Nah, bagaimana menurut Anda dengan kebijakan Google ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda