Scroll to Top

Shinta Bachir Mengaku Tak Kenal Makbul Padmanegara

By Ika / Published on Thursday, 02 Feb 2012

Kasus teror yang menimpa Shinta Bachir tampaknya masih belum berakhir. Setelah mengaku diteror dan sempat memberikan clue tentang identitas eks Kapolda yang menerornya, Shinta dan mantan pejabat tersebut dikabarkan telah saling memaafkan dan tidak akan melanjutkan perkara ini ke pengadilan.

Shinta Bachir

Apakah selesai sampai di situ? ternyata belum, karena mendadak tabloid Cek & Ricek menyebutkan petunjuk lain tentang identitas si eks Kapolda, yaitu bahwa peneror Shinta Bachir adalah mantan Kapolda Metro Jaya yang merupakan alumnus Akabri tahun 1974. Hal ini sontak membuat seorang mantan Kapolda bernama Makbul Padmanegara merasa dituduh, ia bahkan menuntut Shinta untuk minta maaf dan menarik pernyataannya.

Shinta sendiri mengaku sangat terkejut dengan pemberitaan ini dan menolak minta maaf karena dirinya merasa tidak bersalah. Tak hanya itu, Shinta pun mengaku tidak mengenal Makbul. Shinta mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan angkatan tahun, inisial, apalagi nama asli si peneror.

“Itu dia kenapa aku diberitain gitu, saya enggak pernah nyebutin nama dan angkatan tahun berapa-berapa kok. Sama siapa tuh namanya, sama Pak Makbul saja saya nggak kenal,” ujarnya.

Pernyataan senada juga datang dari Ahmad Rivai selaku pengacara Shinta. Ia mengatakan bahwa Shinta memang pernah diwawancara, tapi aktris ‘Pulau Hantu 3‘ tersebut tak pernah mengungkap identitas peneror.

“Memang pernah ada wawancara. Terus nanya, ‘pelakunya si itu kan?’ Sumber (Shinta) tidak pernah menyampaikan beliau angkatan 74. Klien kami tidak menyebutkan angkatan, tapi (di media) dituliskan ada angkatan,” kata Rivai.

Pihak Shinta pun menuding bahwa pemberitaan terkait Makbul Padmanegara adalah kesalahan wartawan tabloid tersebut. Bila Shinta mendapat somasi dari pihak Makbul, makanya dirinya akan meminta pertanggung jawaban dari pihak tabloid.

“Kalau memang itu (surat somasi) ada, kami juga minta pertanggungjawaban dari tabloid atau media apa,” kata Rivai lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda