Scroll to Top

Gadget Canggih Pendeteksi Virus Ganas Hanya Dalam Waktu 30 Menit

By Moch Ridwan / Published on Tuesday, 07 Feb 2012
pendeteksi virus HIV
Dua monomer DNA membentuk Y DNA dan kemudian berpasangan dengan kehadiran RNA patogen via sinaran UV membentuk molekul berukuran besar dalam jumlah banyak yang bisa diteteksi

Dua orang insinyur dari Universitas Cornell sedang mengembangkan sebuah alat portabel yang bisa membantu para pekerja medis untuk bisa mendeteksi bakteri atau virus berbahaya hanya dalam waktu 30 menit saja. Dengan menggunakan gadget ini diperkirakan patogen penyebab tuberkolusis (TBC), gonorrhea, atau HIV bisa segera dideteksi dengan cepat.

Adalah Dan Luo seorang profesor bidang biologi dan teknik lingkungan yang bekerja sama dengan Edwin Kan profesor teknik komputer dan elektronika, keduanya dari Cornell yang mendapatkan dana dari Bill & Melinda Gates Foundation sebesar 25 juta dollar untuk mengembangkan peralatan medis yang bisa dipergunakan dengan mudah dan bisa diterapkan diseluruh dunia.

Kedua ilmuwan tersebut menyatakan bahwa alat yang mereka ciptakan ini prinsipya seperti membangun sebuah permain Lego namun dalam ukuran molekuler. Luo menggunakan sintesis DNA untuk memperkuat DNA, RNA, atau protein tertentu yang dimiliki oleh bakteri atau virus berbahaya dan dengan menggunakan chip yang telah dibuat oleh Kan maka pendeteksian patogen inipun dengan cepat bisa diamati.

Secara sederhana Luo menjelaskan bahwa dia menggunakan dua macam untaian DNA yang berbeda (disebut juga sebagai monomer) yang telah diberi gugus yang reaktif terhadap cahaya ultraviolet. Kedua monomer tersebut masing-masing akan membentuk strain (DNA berpasangan) yang berbentuk ‘Y’. Kedua strain akan bisa berpasangan di bagian tertentu dengan kehadiran DNA, RNA, atau antigen virus berbahaya sebagai contoh virus HIV dengan bantuan sinar UV. Alhasil akan terbentuk molekul yang jauh lebih besar melalui proses yang disebut sebagai Polymer Chain Reaction atau yang disebut sebagai PCR.

Chips yang diciptakan oleh Kan akan mendeteksi masa ataupun muatan molekul yang terbentuk. Adanya patogen akan menyebabkan terbentuknya molekur berukuran besar, dan sebaliknya ukuran molekul yang relatif rendah menandakan nihilnya patogen tersebut.

Chip yang dikembangkan oleh dua orang profesor ini dikemudian hari akan bisa dikembangkan di handphone. Dengan menggunakan ini maka penyakit-penyakit berbahaya yang selama ini masih mengancam keselamatan manusia bisa terdeteksi dengan cepat melalui gadget yang lebih terjangkau. Tingkat kesehatan individupun akan semakin bisa di kontrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda