Scroll to Top

Angelina Sondakh dan Pencitraan Media Sosial

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 07 Feb 2012

Angelina Sondakh Katakan Tidak

Angelina Sondakh berteriak lantang. Suaranya menggelegar. Ia angkuh dan percaya diri. Bersama partainya, Demokrat, ia tampil di layar kaca hampir tiap hari menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Bersama Andi Malarangeng dkk, mereka serentak berkata keras dan tegas: “Katakan Tidak pada Korupsi!”

Kini apa lacur. Satu demi satu pentolan partai pemenang pemilu yang konon anti korupsi, justru dijadikan tersangka oleh lembaga anti korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan garang tanpa ampun memvonis Angelina Sondakh untuk segera menyusul Nazarrudin di terali besi. Abraham Samad menepati janjinya. Ia bersumpah tak akan kalah ganas dengan seniornya, Antazari Azhar.

Sosok Angelina Sondakh beberapa hari ini kian moncer. Namanya dielu-elukan di pelbagai media. Cetak, elektronik, digital, online, hingga media sosial. Bisa dikatakan Angelina Sondakh adalah tokoh media sosial paling berpengaruh di tanah air setelah Afriani Susanti di awal tahun tahun 2012.

Apabila kita bandingkan antara Afriani Susanti dengan Angelina Sondakh, akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok. Keduanya memang telah menjadi tersangka. Satu kasus kriminal kecelakaan dan mungkin saja kasus pembunuhan, dan satunya lagi adalah kasus korupsi. Namun, sepertinya Angelina Sondakh masih mujur nasibnya di media sosial. Mengapa?

Afriani Susanti pasca kecelakaan maut Gambir sontak dihujat. Semua akunnya di media sosial dicerca. Sumpah serapah makian mengalir deras. Ribuan mention dan tagar bertubi-tubi menikamnya. Ia tak berkutik. Lemas lunglai di tahanan sebelum sempat menuliskan permintaan maaf pada keluarga korban.

Namun perlakuan tersebut tidak dialami oleh Angelina Sondakh. Ia tetap nyaman dan sepertinya menikmati aktivitas berkicau maupun menulis di blog. Memang Angelina Sondakh sempat galau. Ia kerap berkeluh kesah akan ‘kesialan’ yang menerpa dirinya. Tapi perlakuan pengguna media sosial yang ia dapatkan tidak sekejam yang Afriani Susanti terima.

Dukungan terhadap Angelina Sondakh terus mengalir di linimasa. Blog pribadinya banjir komentar. Seakan masyarakat tidak percaya dengan omongan orang nomor satu di KPK, jika istri mendiang Adjie Massaid ini adalah tersangka korupsi atau koruptor. Mereka sepertinya tuli dan buta akan informasi yang begitu deras menghiasi televisi. Apa yang membuat mereka terus mendukung mantan Puteri Indonesia ini?

Apabila kita menoleh kebelakang akan ada beberapa peristiwa yang mampu mendulang dukungan kepada Angelina Sondakh. Pertama, tatkala ia menikah dengan Adjie Massaid. Sontak nama Angelina Sondakh langsung meroket. Putri Indonesia ini menjadi primadona di twitterland. Ia menjadi sosok wanita perkasa mandiri yang mampu berhasil di ‘sayembara’ kecantikan dan menembus parlemen. Plus, ia mendapatkan suami yang populer pula. Pendek kata, inilah moment pemantik Angelina Sondakh menjadi idola bagi kaum hawa di media sosial.

Kedua, tatkala sang suami meninggal dunia. Media sosial turut berduka. Simpati berdatangan. Angelina Sondakh tampil sebagai sosok wanita tegar dan sabar. Ia bersama 300 ribu lebih pengikutnya di Twitter mendoakan kepergian Adjie Massaid. Kembali, Angelina Sondakh mampu menjaring simpati. Namanya makin mocer di media sosial. Dan bahkan ada komunitas khusus fans base Angelina Sondakh di Twitter. Sebut saja @AdjieAngieLover yang selalu setia men-support @SondakhAngelina.

[blackbirdpie url=”http://twitter.com/#!/adjieangieLover/status/166169112492519424″]

Ketiga, tatkala terjadi pertikain antara Angelina Sondakh dengan Linda Djalil. Ia adalah adik tiri mendiang Adjie Massaid. Linda Djalil dengan berani menulis geliat Angelina Sondakh yang begitu kentara mengumbar kesedihan di depan media. Pun juga ia kerap menyindir soal tingkah laku asmara Angelina Sondakh pasca kepergian Adjie Massaid. Sekali lagi, pada kasus ini Angelina Sondakh tak sendiri. Dukungan masih mengalir kepadanya.

Sekarang saat status koruptor yang dibenamkan kepadanya, kembali, Angelina Sondakh tak tegar sendiri. Dukungan demi dukungan terus mengalir. Mereka seolah tak peduli dengan gaduh media. Mereka tak memersoalkan apa yang media wartakan. 300 ribu lebih followers @SondakhAngelina di Twitter menjadi garda depan yang siap setia mendukung sang ratu apapun yang terjadi.

Komunitas AdjieAngieLover

Apakah gelagat ini masih terus berlansung atau hanya sekadar sementara? Bisa jadi selamanya. Hingga tulisan ini diunggah, linimasa masih gencar memberikan dukungan pada mantan Puteri Indonesia tersebut.

Namun kasus Angelina Sondakh masih dalam proses. Belum menginjak tahap peradilan. Jika KPK mampu membuktikan Angelina Sondakh 100 % tersangka kasus korupsi, bisa jadi dukungan tersebut akan memudar atau bahkan menghilang.

Patut ditunggu kelanjutan dan perkembangan kasus ini. Bukan hanya dakwaan korupsi yang menimpa Angelina Sondakh, namun soal gaduh media sosial yang seakan berpihak kepadanya. Jika Angelina Sondakh terbukti benar-benar melakukan korupsi dan pengguna media sosial masih mendukungnya, berarti bukan hanya SBY dan Partai Demokrat yang berhasil mencitrakan dirinya. Sosok Angelina Sondakh pun mampu membuat pencitraan di media rakyat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda