Scroll to Top

Kontrasepsi Hormonal Pengaruhi Kepuasan Seks Wanita

By Ilham Choirul / Published on Monday, 13 Feb 2012

pil kb

Alat kontrasepsi cukup efektif dalam mencegah kehamilan. Pengaturan jarak kelahiran pun lebih mudah dilakukan tanpa perlu merasa was-was. Meski kadang juga terjadi kasus kehamilan setelah memakai kontrasepsi, jumlahnya sangat sedikit dibanding peserta KB yang sukses mengatur kelahiran.

Namun, Anda perlu waspada. Bagi wanita yang memakai kontrasepsi bersifat hormonal, bisa saja akan menemui efek samping dari penggunaan alat tersebut. Contoh kontrasepsi ini adalah pil, suntikan, dan cincin atau patch. Sementara itu kondom, IUD dan diagfragma disebut kontrasepsi non-hormonal.

Nah, kontrasepsi hormonal ini jika tidak cocok bisa mengakibatkan masalah dalam hubungan seks. Misalnya, sulit mendapat orgasme yang bisa menurunkan frekuensi dan kualitas seks pada wanita. Permasalahan dipicu oleh semakin sedikitnya pelumasan di vagina yang mengakibatkan rasa sakit saat penetrasi. Akhirnya, wanita pun menjadi enggan melakukan seks bersama pasangan.

Dalam survey yang dilakukan Kinsey Institute’s Women’s Wellbeing, diketahui, responden wanita yang memakai kontrasepsi hormonal merasa kurang puas dengan aktivitas seksnya karena efek samping yang muncul tersebut. Sementara itu, yang memakai kontrasepsi non-hormonal, mendapatkan kepuasan seksual seperti biasa.

Dikutip NewsMakerToday, masalah efek samping ini jelas mengganggu kualitas hidup pasangan dalam urusan ranjang. Oleh karena itu, jika Anda menemukan gejala mengganggu ini dari kontrasepsi hormonal yang dipakai, sebaiknya segera hentikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda