Scroll to Top

AC Milan vs Arsenal 4-0: Perpisahan Menyakitkan Thierry Henry

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 16 Feb 2012

Thierry Henry memainkan partai perpisahannya untuk Arsenal dalam laga penting menghadapi AC Milan. Kehadiran sang raja, entah di lapangan atau sekadar duduk di bangku cadangan, diharapkan dapat membawa spirit The Gunners kala melawat ke kandang sang juara Italia. Namun, di San Siro, Henry yang turun sejak menit 46, harus menelan kenyataan pahit. Anak asuh Arsene Wenger ditikam empat kali tanpa balas oleh pasukan Max Allegri.

Milan vs Arsenal 4-0

Kevin-Prince Boateng datang sebagai pengetuk palu pertama untuk Arsenal di menit 15. Mengontrol bola umpan Antonio Nocerino dengan dada, Boateng melepaskan tembakan voli keras yang tak bisa dibendung oleh kiper Wojciech Szczęsny.

Arsenal yang bermain tanpa tenaga dan seolah kehilangan semangat, kembali terbobol oleh AC Milan. Zlatan Ibrahimovic yang mengiris sisi kanan pertahanan The Gunners mengirim umpan cantik ke tengah kotak penalti. Robinho menyambut dengan tandukan ke sudut jauh. Telak, Szczęsny lagi-lagi tak bisa menyelamatkan gawangnya. 2-0 di menit 38.

Otak sang profesor Arsene Wenger dipaksa bekerja keras. Dimasukkannya Johan Djorou untuk mengganti laurent Koscielny di menit 44 dan Thierry Henry yang menempati posisi Theo Walcott di ment 46. Namun, alih-alih mampu menambal lini belakang atau mempertajam daya gebrak, Wenger dipaksa melihat 2 gol lagi bersarang ke gawang timnya.

Zlatan Ibrahimovic menjadi bintang lapangan tadi pagi. Ia lagi-lagi menyodorkan umpan kepada Robinho. Sang pemain Brazil memanfaatkan terpelesetnya Thomas Vermaelen untuk melepaskan tembakan keras ke sisi kanan gawang Arsenal. 3-0 di menit 49.

Buruknya lini belakang Arsenal kembali terlihat pada gol keempat di menit 79. Djorou dianggap menjatuhkan Ibrahimovic di kotak terlarang. Ibracadabra pun tak menyiakan peluang. Tembakannya dari titik 12 pas memang bisa dibaca Szczesny. Namun sang kiper utama Polandia tak bisa menghentikan bola yang begitu cepat dan mengarah ke sudut kanan bawah gawangnya.

Arsenal yang sebenarnya menguasai ball possessions (53%) tak bisa berbuat banyak menghadapi AC Milan yang tampil lebih efektif. Skor 4-0 juga seolah menandakan mimpi The Gunners di Liga Champions musim ini hampir pasti berakhir. Butuh lebih dari sekadar keajaiban untuk menang 5-0 di London.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda