Scroll to Top

Setelah Surat Kecil Untuk Tuhan, Dinda Hauw Masih Belum Bosan Dapat Peran Sakit

By Arya Azhar / Published on Monday, 20 Feb 2012

dinda hauw

Seorang aktris yang baik adalah aktris yang bisa memerankan peran apapun yang diberikan kepadanya. Tetapi jika tawaran peran yang datang hanya karakter yang itu-itu saja, bagaimana jadinya?

Hal itulah yang sepertinya sedang dialami oleh Aktris muda Dinda Hauw saat ini. ‘Gara-gara’ perannya dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan sebagai gadis penderita kanker, Dinda jadi terus-terusan ditawari peran sejenis.

Apalagi setelah film tersebut sukses menjadi film terlaris di Indonesia tahun 2011. Dinda selanjutnya berperan dalam film Ayah Mengapa Aku Berbeda sebagai Gadis Tuna Rungu, dan di film terbarunya yang berjudul “Seandainya” Dinda kembali menjadi gadis penderita penyakit lagi.

” Habisnya datengnya memang tawaran yang kayak gini terus. Ya, Aku sih nerima aja, Tapi mungkin next maunya dapet yang beda lagi karakternya,” ungkap Dinda saat  ditemui Sidomi di peluncuran film terbarunya di FX Senayan sore tadi.

Dinda di film Seandainya ini memerankan karakter Cinta yang terserang penyakit Leukimia. Di film ini Ia juga diharuskan untuk banyak melakoni adegan menangis.

” Karena ceritanya sedih jadi harus nangis, dan itu nggak terlalu sulit. Aku tinggal mikirin kalau Aku jadi dia (karakter yang diperankan) aja. Nggak pake bantuan obat tetes mata atau apa. Semua natural aja,”

Penasaran dengan film terbaru Dinda Hauw ini? Berikut ini Sidomi tampilkan sinopsis dan Trailer dari Seandainya. Filmnya akan tayang 23 Februari 2012 :

Seseorang mengajari mencintai sunyi. Dan seseorang lainnya mengajari mencintai bunyi. Dan cinta menjadi lengkap karenanya…

CINTA hidup dalam sunyi bersama PAPA, ayahnya yang bisu dan tuli. Percakapan mereka adalah bahasa isyarat. Hubungan mereka amat dekat. Semuanya berjalan normal, hingga muncul seseorang dalam hidup Cinta…ARKANA. Papa merasa Cinta berubah setelah ada Arkana, dan menganggap Arkana hádala anak berandalan. Papa melarang Cinta berhubungan dengan Arkana. Tapi demikianlah cinta, semakin dilarang semakin menjadi. Cinta dan Arkana pun backstreet

Hingga akhirnya Papa tahu kalau Cinta tetap menjalin hubungan dengan Arkana. Papa amat marah. Dan kemarahannya telah mencapai puncaknya; Papa tak mau tahu lagi soal Cinta. Kondisi Cinta makin memburuk. Hingga Papa membawanya periksa ke Dokter. Tidak terduga, Cinta ternyata sakit. Leukimia. Dalam keadaan merasa bersalah pada Papanya dan sakit, Cinta memutuskan untuk menjauhi Arkana… Arkana merasa ada yang disembunyikan Cinta. Hingga ia diam-diam mengikuti Cinta dan mengalami kecelakaan ringan…

Tidak terduga, Papa “merestui” Cinta untuk berteman lagi dengan Arkana. Cinta merasa Papa memberinya restu; karena merasa usia Cinta tidak cukup panjang untuk mengerti apa itu arti cinta. Hubungan Papa Cinta dan Arkana membaik. Bahkan Papa memberitahu soal sakit Cinta pada Arkana. Tapi di depan Cinta, Arkana bersikap seakan Cinta hanya sakit ringan. Arkana tidak memperlakukan Cinta seperti orang sakit. Walau dibelakang Cinta, Arkana tak dapat menutupi luka hati dan ketakutannya ditinggal Cinta.

Tepat malam sebelum operasi dengan resiko komplikasi dan berujung pada kematian, mungkin malam itu, malam terakhir mereka berdua. Dan ada yang harus pergi. Tapi kalau pun seseorang pergi, seseorang yang ditinggalkan, tidak akan pernah benar-benar merasa sendirian. Karena mereka saling mengajari arti cinta, saling menguatkan, kalau semua orang harus berdamai…dengan ketakutan…

http://www.youtube.com/watch?v=HQiWqakO3So

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda